RADAR PALU - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kredibilitas Pasar Modal Indonesia di tingkat global, di tengah tekanan tajam yang dialami Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga memicu pembekuan sementara perdagangan saham.
Berdasarkan data perdagangan Rabu (28/1/2026), IHSG tercatat melemah hingga 8,32 persen atau turun 747,38 poin ke level 8.232,85. Tekanan tersebut mendorong BEI melakukan tindakan pembekuan sementara perdagangan (trading halt) pada pukul 13.43.13 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS).
Dikutip dari Jawa Pos.Com, Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad dalam keterangan resminya menjelaskan bahwa langkah trading halt dilakukan karena penurunan IHSG telah mencapai ambang batas 8 persen.
“Hari ini, Rabu, 28 Januari 2026, telah dilakukan tindakan pembekuan sementara perdagangan sistem perdagangan di PT Bursa Efek Indonesia pada pukul 13.43.13 waktu JATS,” ujar Kautsar.
Ia menegaskan, kebijakan tersebut diambil sebagai upaya BEI untuk menjaga agar perdagangan saham tetap berlangsung secara teratur, wajar, dan efisien.
Tindakan tersebut juga dipastikan telah sesuai dengan Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas serta diatur lebih lanjut dalam Surat Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00002/BEI/04-2025.
“Perdagangan akan dilanjutkan pada pukul 14.13.13 waktu JATS tanpa ada perubahan jadwal perdagangan,” tambahnya.
Di tengah kondisi pasar yang bergejolak tersebut, BEI juga menyampaikan komitmennya menyusul pengumuman yang dirilis oleh MSCI Inc. (MSCI).
Dalam siaran pers resminya, BEI menyatakan akan memperkuat koordinasi bersama Self-Regulatory Organization (SRO) lainnya, yakni PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
BEI menilai, masukan MSCI merupakan bagian penting dari upaya berkelanjutan memperkuat kredibilitas pasar modal nasional, khususnya dalam menjaga kepercayaan investor di tengah fluktuasi pasar.
“Sejalan dengan hal tersebut, kami berkomitmen untuk mengupayakan yang terbaik dalam rangka meningkatkan bobot saham Indonesia dalam indeks MSCI,” demikian keterangan resmi BEI.
Sebagai langkah konkret, BEI telah menyampaikan pengumuman data free-float secara komprehensif melalui situs resmi BEI sejak 2 Januari 2026 dan akan menyampaikannya secara rutin setiap bulan sebagai bagian dari peningkatan transparansi informasi.
BEI optimistis, melalui koordinasi berkelanjutan dengan SRO, OJK, dan MSCI, daya saing Pasar Modal Indonesia di tingkat global dapat terus diperkuat, sekaligus menjaga stabilitas perdagangan di tengah dinamika pergerakan IHSG.(*/rna)