Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Hujan Picu Harga Bawang Meroket di Palu, Pedagang Keluhkan Pasokan Rusak

Taswin • Selasa, 20 Januari 2026 | 16:27 WIB
Pedagang bawang melayani pembeli di Pasar Inpres Manonda, Kota Palu, di tengah kenaikan harga akibat cuaca hujan.
Pedagang bawang melayani pembeli di Pasar Inpres Manonda, Kota Palu, di tengah kenaikan harga akibat cuaca hujan.

RADAR PALU – Curah hujan yang terus melanda wilayah Sulawesi Tengah dalam beberapa hari terakhir mulai berdampak langsung pada harga kebutuhan dapur. Di Pasar Inpres Manonda, Kota Palu, harga bawang terpantau melonjak signifikan, Selasa (20/1/2026).

Kenaikan harga ini dipicu menurunnya pasokan bawang akibat kondisi cuaca yang tidak bersahabat. Sejumlah bawang dilaporkan rusak saat distribusi, sehingga stok di tingkat pedagang berkurang.

Salah satu pedagang bawang di Pasar Inpres Manonda, Mala, mengungkapkan bahwa hujan membuat pasokan bawang dari luar daerah tidak maksimal. 

“Kurang bawang dan sebagian bawang agak rusak karena hujan,” ujar Mala kepada Radar Palu.  

Kondisi tersebut berdampak langsung pada lonjakan harga, baik bawang mentah maupun bawang goreng. Mala menyebut, harga bawang goreng yang sebelumnya berada di kisaran Rp180 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp200 ribu per kilogram.

Sementara itu, bawang mentah juga ikut terkerek naik. Dari sebelumnya berkisar Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram, kini dijual dengan harga sekitar Rp50 ribu per kilogram.

Tak hanya faktor cuaca, kenaikan harga ini juga dipengaruhi oleh mahalnya minyak goreng, yang menjadi bahan utama dalam proses pengolahan bawang goreng. 

“Minyak juga naik, jadi biaya produksi ikut naik,” jelas Mala.  

Lonjakan harga ini mulai dirasakan oleh konsumen, khususnya rumah tangga dan pelaku usaha kuliner, yang bergantung pada bawang sebagai bumbu utama. Sejumlah pembeli mengeluhkan harga yang semakin memberatkan, terutama bagi yang membeli dalam jumlah besar.

Mala berharap kondisi ini tidak berlangsung lama dan harga bisa kembali stabil seiring membaiknya cuaca. 

“Mudah-mudahan harga bisa cepat stabil,” katanya. 

Baca Juga: Mengapa Harga Emas Meroket Terus?, Ini Penjelasan Pegadaian Area Palu

Kenaikan harga bawang juga dikhawatirkan memicu efek domino terhadap harga pangan lainnya, mengingat bawang merupakan komoditas strategis dalam konsumsi harian masyarakat.

Pedagang berharap adanya perhatian dan dukungan pemerintah, terutama dalam menjaga kelancaran distribusi pasokan di tengah musim hujan.

“Semoga cuaca cepat membaik supaya pasokan normal dan harga bisa turun lagi,” tutup Mala.*

Editor : Muhammad Awaludin
#harga pangan naik #hujan #Radar Palu #palu #harga bawang #Pasar Inpres Manonda #sulawesi tengah