Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Panen Raya Pemasyarakatan di Lapas Palu, Hasil Dijual dan Disumbangkan untuk Korban Bencana

Rina Khalik • Kamis, 15 Januari 2026 | 15:58 WIB
KETAHANAN PANGAN: Panen raya serentak pemasyarakatan yang dilaksanakan oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palu di Kebun Lapas Kelas IIA Palu Desa Langaleso.
KETAHANAN PANGAN: Panen raya serentak pemasyarakatan yang dilaksanakan oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palu di Kebun Lapas Kelas IIA Palu Desa Langaleso.

RADAR PALU - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Tengah terus memperkuat peran lembaga pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Hal tersebut ditunjukkan melalui panen raya serentak pemasyarakatan yang dilaksanakan oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palu tepatnya di Kebun Lapas Kelas IIA Palu Desa Langaleso, Kabupaten Sigi.

Kepala Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan, mengatakan program ketahanan pangan ini merupakan bagian dari 15 Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, sekaligus mendukung program Presiden Republik Indonesia.

"Karena satu-satunya nanti yang tidak bisa digantikan oleh AI adalah ketahanan pangan. Ketahanan pangan itu sangat penting bagi masyarakat di Indonesia. Karena kalau negara dalam keadaan chaos logistik itu sangat dibutuhkan," ujar Bagus Kurniawan kepada awak media, Kamis (15/1/2026).

Ia menjelaskan, program tersebut juga mendukung kebijakan pemerintah terkait Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ditjenpas Sulteng menetapkan kebijakan penyerapan 5 persen hasil ketahanan pangan untuk disalurkan ke program MBG maupun pihak ketiga dalam pengadaan bahan makanan.

"Pasokan MBG itu harus ada yang menyuplai kami berusaha menjadi penyangganya," katanya. 

Dari data Kanwil Ditjenpas Sulteng, total hasil panen jagung dari seluruh UPT Pemasyarakatan mencapai sekitar 700 kilogram.

Sebanyak 200 kilogram dilepas di Kota Palu, sementara sisanya tersebar di UPT lain. Selain jagung, hasil panen juga meliputi kangkung, cabai, serta berbagai sayuran hijau.

Ke depan, Ditjenpas Sulteng juga menggandeng Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan untuk mengembangkan sektor peternakan ayam dan budidaya ikan, seiring adanya permintaan dari penyelenggara MBG.

 

Terkait pemanfaatan hasil panen raya, Bagus menyebutkan sebagian hasil dijual sesuai kesepakatan dengan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Nilai estimasi hasil penjualan mencapai sekitar Rp7 juta, dan ditargetkan meningkat hingga Rp10 juta.

"Hasilnya akan kami sumbangkan kepada saudara-saudara kita yang terdampak musibah di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara," katanya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Palu, Makmur mengatakan bahwa warga binaan dilibatkan langsung dari awal proses penanaman hingga panen raya yang dilaksanakan pada hari ini.

"Ada 14 warga binaan lapas kelas IIA Palu yang dilibatkan secara langsung sejak proses penanaman, pemeliharaan tanaman hingga panen hasil," ungkapnya.(rna)

Editor : Mugni Supardi
#Panen Raya #Ketahanan pangan #Lapas Palu #MBG #Ditjenpas Sulteng #Warga binaan #Pemasyarakatan