Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Dinkop UKM Sulteng Fokus Perkuat Koperasi Desa Merah Putih di 13 Kabupaten

Rina Khalik • Senin, 12 Januari 2026 | 19:00 WIB
Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Sulawesi Tengah, Henny Anggraini.
Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Sulawesi Tengah, Henny Anggraini.

RADAR PALU - Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Tengah terus mendorong penguatan kelembagaan dan usaha Koperasi Desa Merah Putih yang telah terbentuk di berbagai kabupaten/kota.

Hingga kini, proses pembentukan dan peningkatan kapasitas koperasi tersebut telah berjalan di sekitar 13 kabupaten dan akan berlanjut secara berkesinambungan hingga tahun 2026.

Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Sulawesi Tengah, Henny Anggraini, menjelaskan bahwa sejak tahun lalu, fokus utama pemerintah adalah pembentukan koperasi secara menyeluruh serta penguatan kapasitas pengurus dan pengawas.

Ia mengungkapkan, jumlah koperasi yang harus dilatih mencapai 1.981, sehingga pelaksanaannya dilakukan secara bertahap.

Beberapa kabupaten memiliki lebih dari satu angkatan pelatihan, terutama karena pelaksanaan pada akhir tahun lalu sehingga sebagian berlanjut ke tahun ini.

“Alhamdulillah sudah sekitar 13 kabupaten yang terlaksana. Untuk Kota Palu sendiri, pelatihan sudah selesai dan saat ini tinggal mendorong penguatan kemitraan,” ujar Henny Anggraini kepada Radar Palu saat ditemui pada Senin (12/1/2026).

Selain peningkatan kapasitas, pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih juga tengah berjalan.

“Gerai ini nantinya akan dibangun lengkap, mulai dari toko, apotek, klinik, kantor koperasi hingga gudang. Isinya juga akan disiapkan dari pusat, termasuk kendaraan operasional,” katanya.

Menurutnya, pembangunan gerai memerlukan proses dan saat ini sebagian masih terkendala ketersediaan lahan, terutama di wilayah kelurahan dan perkotaan yang padat penduduk.

Meski demikian, pemerintah menargetkan agar gerai-gerai tersebut dapat segera beroperasi.

“Kita upayakan secepat mungkin supaya koperasi bisa segera berjalan. Paling lambat kemarin ditargetkan Maret, namun memang ada kendala lahan, terutama di wilayah perkotaan,” ungkap Henny.

Ia menambahkan, pada akhir tahun lalu pihaknya juga telah melakukan rapat koordinasi dengan Himbara dan BUMN untuk mempersiapkan strategi kemitraan serta produk yang akan dipasarkan melalui gerai Koperasi Desa Merah Putih.

Program ini dinilai sejalan dengan Asta Cita Presiden serta visi pembangunan daerah Sulawesi Tengah yaitu Berani Makmur.

“Pada tahun 2025 fokus pada peningkatan kapasitas dulu. Pengurus dibekali pemahaman tentang hak dan kewajiban agar pengelolaan koperasi berjalan lancar,” jelasnya.

Ke depan, Dinas Koperasi dan UKM Sulawesi Tengah akan terus melakukan pembinaan dan pendampingan intensif, baik bagi Koperasi Desa Merah Putih maupun koperasi yang sudah eksisting.

“Kami mendorong koperasi memiliki produk dengan brand koperasi sendiri dan ikut dalam e-katalog, sehingga produk lokal bisa dimanfaatkan oleh pemerintah,” katanya.

Henny berharap masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam memajukan koperasi, karena keberhasilan koperasi tidak hanya bergantung pada pengurus semata.

Selain itu, dirinya juga berharap kepada dinas terkait untuk terus bersinergi dalam mengsukseskan program koperasi desa merah putih ke depannya.

“Koperasi adalah dari anggota untuk anggota. Tanpa partisipasi anggota dan masyarakat, koperasi akan sulit berkembang. Kami juga berharap masyarakat mau belajar secara mandiri karena koperasi ini adalah bisnis bersama,” tandasnya.(rna)

Editor : Mugni Supardi
#Gerai Koperasi Desa #UMKM Sulawesi Tengah #Penguatan koperasi #Program Asta Cita #Koperasi desa Sulteng #Berani Makmur #Dinkop UKM Sulteng #ekonomi desa #Koperasi Desa Merah Putih