Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Komisaris Pertamina Tinjau RSOJ Makassar, Dorong Daya Saing Bisnis Layanan Kesehatan

Talib • Jumat, 9 Januari 2026 | 15:33 WIB

Dewan Komisaris PT Pertamina (Persero) saat melakukan management walkthrough di RSOJ Pertamina Makassar Royal Biringkanaya, Sulawesi Selatan.
Dewan Komisaris PT Pertamina (Persero) saat melakukan management walkthrough di RSOJ Pertamina Makassar Royal Biringkanaya, Sulawesi Selatan.

RADAR PALU - Dewan Komisaris PT Pertamina (Persero) bersama Komite Audit serta Komite Pemantau Investasi dan Manajemen Risiko melakukan management walkthrough ke Rumah Sakit Otak dan Jantung (RSOJ) Pertamina Makassar Royal Biringkanaya, Sulawesi Selatan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan fungsi pengawasan sekaligus memastikan keselarasan strategi bisnis di seluruh entitas Pertamina Group.

Management walkthrough dipimpin Komisaris Independen PT Pertamina (Persero) Condro Kirono dan diikuti Komite Audit Mohammad Imran Zulkarnain Duki serta Komite Pemantau Investasi dan Manajemen Risiko Muhammad Arfan.

Kegiatan ini turut dihadiri jajaran manajemen Pertamina Patra Niaga dan Pertamina Bina Medika Indonesia Healthcare Corporation (IHC).

Condro Kirono menegaskan bahwa sektor layanan kesehatan memiliki potensi bisnis yang signifikan dan berkelanjutan, sejalan dengan agenda pembangunan nasional dan meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan berkualitas.

“RSOJ harus mampu memanfaatkan teknologi dan peralatan medis terbaik, sekaligus menghadirkan pengalaman pasien yang unggul. Patient experience menjadi faktor kunci untuk meningkatkan daya saing dan kepercayaan masyarakat,” ujar Condro.

Ia menambahkan, peluang bisnis layanan kesehatan semakin terbuka, khususnya untuk layanan medical check-up yang berasal dari lingkungan Pertamina Group, BUMN lain, hingga sektor non-BUMN.

Komite Audit PT Pertamina (Persero) Mohammad Imran Zulkarnain Duki mengapresiasi kinerja operasional RSOJ Pertamina Makassar, terutama tingkat hunian pasien yang relatif tinggi meski lokasi rumah sakit tidak berada di pusat kota.

“Ini menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kualitas layanan yang diberikan. Ke depan, rumah sakit ini juga memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai destinasi medical tourism,” ujarnya.

Dewan Komisaris PT Pertamina (Persero) saat melakukan management walkthrough di RSOJ Pertamina Makassar Royal Biringkanaya, Sulawesi Selatan.
Dewan Komisaris PT Pertamina (Persero) saat melakukan management walkthrough di RSOJ Pertamina Makassar Royal Biringkanaya, Sulawesi Selatan.

Menurut Imran, keunggulan pariwisata Kota Makassar serta biaya layanan kesehatan yang kompetitif dapat menjadi daya tarik bagi pasien mancanegara, sekaligus membuka potensi sumber pendapatan baru.

Sementara itu, Komite Pemantau Investasi dan Manajemen Risiko PT Pertamina (Persero) Muhammad Arfan menilai bisnis rumah sakit sebagai sektor yang memiliki keberlanjutan jangka panjang, terutama jika reputasi layanan terus dijaga dan ditingkatkan.

Ia mengapresiasi capaian Tingkat Hunian Tempat Tidur (Bed Occupancy Rate/BOR) RSOJ yang tinggi, serta menyoroti potensi ekspansi layanan, mengingat spesialisasi otak dan jantung masih terbatas di kawasan Indonesia Timur.

“Lokasi rumah sakit yang dekat dengan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menjadi nilai tambah strategis. Potensi pasar captive maupun non-captive, khususnya dari sektor pertambangan dan migas, sangat besar,” kata Arfan.

Direktur Komersial PT Pertamina Bina Medika IHC dr. Harmeni Wijaya, MD, menegaskan komitmen IHC dalam memperkuat RSOJ Pertamina Makassar sebagai pusat rujukan layanan otak dan jantung di Indonesia Timur.

“Kami terus meningkatkan teknologi medis, kompetensi sumber daya manusia, serta mengembangkan layanan unggulan agar RSOJ dapat memberikan kontribusi optimal bagi kinerja Pertamina Group dan sistem kesehatan nasional,” jelas Harmeni.

Melalui kegiatan management walkthrough ini, Pertamina menegaskan komitmennya dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance), sekaligus memperkuat portofolio bisnis non-energi melalui pengembangan layanan kesehatan yang profesional dan berdaya saing. ***

Editor : Talib
#bisnis kesehatan #Pertamina IHC #RSOJ Makassar #pertamina #medical tourism