Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

SPBU Nelayan Donggala Pangkas Biaya BBM, Harga di Pengecer Selisih hingga Rp4.000 per Liter

Talib • Senin, 22 Desember 2025 | 21:29 WIB

 

Anggota Komite BPH Migas meninjau operasional SPBU Nelayan di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, untuk memastikan distribusi BBM tepat sasaran, Minggu (21/12/2025).
Anggota Komite BPH Migas meninjau operasional SPBU Nelayan di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, untuk memastikan distribusi BBM tepat sasaran, Minggu (21/12/2025).

RADAR PALU - Upaya menghadirkan keadilan energi sekaligus mendorong pemerataan ekonomi hingga wilayah pesisir terus diperkuat Pemerintah.

Di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) meninjau langsung operasional Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) yang memudahkan nelayan memperoleh Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan harga terjangkau dan lokasi yang lebih dekat.

SPBU Nelayan tersebut dikelola oleh koperasi nelayan dengan dukungan kredit permodalan dari Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Keberadaannya dinilai memberikan manfaat langsung bagi nelayan yang selama ini bergantung pada pengecer BBM dengan harga lebih mahal.

Anggota Komite BPH Migas, Erika Retnowati, mengatakan nelayan kini dapat membeli BBM sesuai harga yang telah ditetapkan Pemerintah. Salah satunya, solar yang dijual seharga Rp6.800 per liter.

“Nelayan sangat bersyukur dengan adanya SPBU Nelayan ini. Sebelumnya, mereka membeli solar dari pengecer dengan harga bervariasi sekitar Rp3.000 hingga Rp4.000 per liter di atas harga resmi.

Sekarang mereka bisa membeli langsung sesuai HET,” ujar Erika saat kunjungan lapangan, Minggu (21/12/2025).

Selain lebih murah, keberadaan SPBU Nelayan juga menghemat biaya dan waktu tempuh nelayan. Sebelumnya, SPBU terdekat berjarak sekitar 21 kilometer dari permukiman nelayan sehingga membutuhkan ongkos tambahan.

Erika menambahkan, nelayan di Donggala telah memahami mekanisme penggunaan Surat Rekomendasi dalam pembelian BBM subsidi maupun kompensasi.

Anggota Komite BPH Migas meninjau operasional SPBU Nelayan di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, untuk memastikan distribusi BBM tepat sasaran, Minggu (21/12/2025).
Anggota Komite BPH Migas meninjau operasional SPBU Nelayan di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, untuk memastikan distribusi BBM tepat sasaran, Minggu (21/12/2025).

Saat peninjauan dilakukan, penyaluran solar baru berjalan satu hari, sementara Pertalite telah diperjualbelikan selama sekitar satu pekan.

SPBU Nelayan tersebut juga melayani penjualan Pertamax, yang merupakan BBM nonsubsidi, untuk masyarakat umum.

“Menariknya, minat masyarakat terhadap BBM nonsubsidi di SPBU Nelayan ini cukup tinggi,” tambah Erika.

Anggota Komite BPH Migas lainnya, Harya Adityawarman, mengapresiasi pengelolaan SPBU Nelayan yang telah terintegrasi secara digital.

Sistem tersebut memungkinkan seluruh aktivitas penyaluran BBM terpantau secara real time oleh Pertamina Patra Niaga dan BPH Migas.

“Kegiatan operasional SPBU Nelayan ini langsung masuk ke dashboard Pertamina Patra Niaga, sehingga penyalurannya bisa dipantau setiap hari.

Kami berharap operasionalnya dapat berjalan berkelanjutan,” kata Harya.

Manfaat SPBU Nelayan dirasakan langsung oleh nelayan setempat. Daud (43), salah satu nelayan di Donggala, mengaku kini lebih mudah mendapatkan BBM untuk melaut.

“Dulu kami harus ke SPBU yang jaraknya jauh. Sekarang jauh lebih dekat dan harganya jelas. Semoga SPBU Nelayan ini terus berjalan lancar,” ujarnya.

Selain meninjau SPBU Nelayan, Erika Retnowati yang juga menjabat Ketua Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) turut memantau pasokan BBM di Integrated Terminal (IT) Donggala dan sejumlah SPBU di Kota Palu.

“Secara umum, kondisi pasokan BBM dalam keadaan aman. Kita berharap Nataru tahun ini berjalan lancar,” ungkap Erika.

Sementara itu, Harya Adityawarman memperkirakan selama periode Nataru 2025/2026, kebutuhan BBM di Sulawesi Tengah meningkat sekitar 5 persen untuk Gasoline, sedangkan Gasoil relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya.

Dalam kunjungan tersebut, BPH Migas juga melakukan pengecekan kualitas dan kuantitas BBM.

“Hasil uji di SPBU menunjukkan kualitas dan kuantitas BBM telah memenuhi standar yang ditetapkan Pemerintah,” kata Harya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri IT Manager Donggala Ari Wibowo dan Sales Branch Manager Sulawesi Tengah II Fuel Pertamina Patra Niaga, Gidan Rasendrianto.

Senada, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun, menegaskan komitmen Pertamina dalam mendukung kebijakan Pemerintah menyediakan lembaga penyalur BBM khusus bagi nelayan.

“Nelayan memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Karena itu, Pertamina Patra Niaga berkomitmen memastikan ketersediaan BBM dengan akses yang lebih dekat dan terjangkau bagi nelayan,” tutup Roberth. ***

Editor : Talib
#harga solar #bph migas #SPBU nelayan #donggala #bbm nelayan