RADAR PALU - Dealer mobil listrik BYD Haka Palu memastikan layanan tetap berjalan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Mulai dari pelayanan penjualan hingga bengkel, seluruhnya disiagakan untuk melayani kebutuhan konsumen.
Branch Manager BYD Haka Palu, Deswanthy Sari, mengatakan pihaknya tetap membuka kantor dan menyiapkan tim teknis selama periode libur panjang tersebut.
“Kantor kami tetap buka, bengkel juga tetap ada yang stand by. Kalau misalnya ada customer yang bermasalah mobilnya, untuk BYD itu sendiri, kami tetap ada tim yang stand by,” ujar Deswanthy kepada Radar Palu Jawa Pos Group saat ditemui pada Senin (22/12/2025).
Untuk layanan penjualan, BYD Haka Palu tetap beroperasi di Palu Grand Mall (PGM) hingga 28 Desember 2025. Sales pun disiagakan untuk melayani konsumen yang ingin melihat unit maupun melakukan transaksi. “Bagian penjualan kami tetap buka, ada sales yang jaga, dan bengkel juga stand by,” jelasnya.
Selain di PGM, BYD Haka Palu juga aktif mengikuti berbagai kegiatan dan event di Kota Palu sebagai bagian dari strategi mendekatkan diri ke masyarakat. Tak hanya itu, BYD Haka Palu juga berencana membuka stand di sejumlah pusat perbelanjaan di Kota Palu, meski lokasi pastinya masih dalam tahap pengecekan.
Menjelang akhir tahun, BYD Haka Palu menawarkan program promo trade in dan trade up khusus untuk tipe BYD M6 dan BYD Sealion 7, yang berlaku hingga akhir 2025.
“Programnya berupa subsidi trade in dan trade out. Jadi bukan dalam bentuk diskon, tapi cashback atau subsidi penggantian mobil lama,” terang Deswanthy.
Selain itu, konsumen juga bisa memilih berbagai keuntungan lain seperti home charging, pre-maintenance, bunga rendah, hingga DP ringan melalui program e-free ownership.
“Kami beri banyak pilihan, tergantung kebutuhan customer,” tambahnya.
Dari sisi antusiasme masyarakat, Deswanthy mengaku respons warga Palu terhadap kehadiran BYD cukup tinggi sejak resmi beroperasi pada 1 November lalu.
“Alhamdulillah penjualan naik terus, SPK juga meningkat. Walk in customer juga ramai, booth kami di PGM hampir tidak pernah sepi,” ungkapnya.
Menurutnya, masyarakat mulai tertarik dengan kendaraan listrik, meski masih membutuhkan edukasi lebih lanjut.
Ia menilai mobil listrik sangat cocok digunakan di Palu, terutama untuk kebutuhan libur panjang seperti Nataru.
“Daripada pusing cari bensin atau solar saat Nataru, kenapa tidak beralih ke listrik. Bisa charge di rumah, di Palu sudah ada, ke Donggala ada SPKLU, ke Poso juga sudah ada,” jelasnya.
BYD Haka Palu juga menyediakan fast charging Voltron untuk mendukung kenyamanan pengguna.
Dari sisi biaya, Deswanthy menegaskan kendaraan listrik jauh lebih hemat dibandingkan mobil berbahan bakar fosil.
“Saya sendiri Palu-Makassar PP (pulang pergi, red) cuma habis sekitar Rp500 ribu untuk listrik. Kalau mobil biasa bisa sampai Rp1,8 juta,” katanya.
Menurutnya, selisih biaya tersebut bisa dialihkan untuk kebutuhan lain selama libur, seperti belanja, oleh-oleh, hingga kebutuhan keluarga. “Kalau mau dibilang terjangkau, ini sangat terjangkau. Biaya pakai mobil listrik bisa dialihkan untuk keperluan lain,” ujarnya.
Ia optimistis ke depan masyarakat Palu akan semakin menerima kendaraan listrik, terutama karena faktor efisiensi biaya dan pengurangan emisi.(rna)
Editor : Mugni Supardi