Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Hadiri Sosialisasi di Jatim untuk Peningkatan Efisiensi Transportasi Darat, Jasa Raharja Dukung Target Zero ODOL 2027

Rina Khalik • Senin, 22 Desember 2025 | 16:32 WIB

 

TARGET ZERO ODOL: PT Jasa Raharja menghadiri Sosialisasi dan Normalisasi Kendaraan ODOL Tahun 2025 yang diselenggarakan BPTD Kelas II Jawa Timur, Selasa (16/12).
TARGET ZERO ODOL: PT Jasa Raharja menghadiri Sosialisasi dan Normalisasi Kendaraan ODOL Tahun 2025 yang diselenggarakan BPTD Kelas II Jawa Timur, Selasa (16/12).

RADAR PALU - Persoalan kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL) kembali menjadi perhatian nasional pada 2025 karena dampaknya terhadap meningkatnya risiko kecelakaan lalu lintas, kerusakan infrastruktur jalan, serta ancaman keselamatan pengguna jalan.

Untuk mendukung penanganan ODOL, PT Jasa Raharja menghadiri Kegiatan Sosialisasi dan Normalisasi Kendaraan ODOL Tahun 2025 yang diselenggarakan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jawa Timur, Selasa (16/12), di Gedung Tani Puspo Agro, Sidoarjo, Jawa Timur.

Kegiatan tersebut dihadiri Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kakorlantas Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Dr. Drs. Aan Suhanan, M.Si., serta para pemangku kepentingan transportasi darat, di antaranya Jasa Raharja, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Asosiasi Karoseri Indonesia, dan Organisasi Angkutan Darat.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan sosialisasi tersebut merupakan langkah awal menuju target besar Indonesia Zero ODOL 2027.

Ia mengapresiasi seluruh pihak yang telah berpartisipasi aktif mendukung agenda nasional tersebut.

“Target utamanya adalah mencapai Indonesia Zero ODOL pada tahun 2027. Pencapaian ini bertujuan untuk mewujudkan sistem transportasi yang berkeselamatan dan berkeadilan, sekaligus memperkuat sistem logistik nasional. Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti di sini, tetapi terus berlanjut hingga 2027 dengan komitmen bersama seluruh stakeholder,” ujar Dudy.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan kesiapan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendukung penuh program Zero ODOL.

Menurutnya, normalisasi kendaraan ODOL menjadi langkah penting untuk menciptakan tata kelola transportasi yang aman dan lancar.

“Jawa Timur siap membangun koordinasi dan efektivitas program Zero ODOL dengan target 2027. Normalisasi ODOL penting untuk meningkatkan keselamatan masyarakat serta mengurangi kerusakan jalan. Sinergi lintas sektor, termasuk dengan pelaku usaha dan karoseri, menjadi kunci agar efisiensi dan produktivitas dapat tercapai,” ungkap Khofifah.

Pada kesempatan yang sama, Plt. Direktur Utama Jasa Raharja Dewi Aryani Suzana menerima sertifikat penghargaan dari Menteri Perhubungan atas dukungan Jasa Raharja terhadap program penanganan ODOL.

Penghargaan serupa juga diberikan kepada Korlantas Polri, Gubernur Jawa Timur, serta PT Jasa Marga (Persero) Tbk atas kontribusi dan kolaborasi dalam penguatan tata kelola transportasi.

Dewi Aryani Suzana menegaskan bahwa penanganan kendaraan ODOL berkontribusi langsung terhadap peningkatan keselamatan berkendara dan pengguna jalan.

“Kendaraan yang tidak sesuai ketentuan dimensi dan muatan berpotensi menimbulkan risiko serius bagi para pengguna jalan. Karena itu, Jasa Raharja mendukung penuh langkah-langkah normalisasi kendaraan ODOL sebagai bagian dari upaya membangun sistem transportasi yang lebih aman,” ujarnya.

Ia menambahkan, sebagai penyelenggara asuransi kecelakaan lalu lintas, Jasa Raharja terus memperkuat kolaborasi lintas sektor agar perlindungan kepada masyarakat dapat berjalan optimal, mulai dari upaya pencegahan hingga penanganan saat kecelakaan lalu lintas terjadi.

Melalui dukungan terhadap kegiatan tersebut, Jasa Raharja menegaskan komitmennya dalam mendorong keselamatan berkendara serta memberikan perlindungan optimal kepada masyarakat.

Sinergi berkelanjutan dengan para stakeholder diharapkan mampu mewujudkan transportasi darat yang lebih aman, tertib, dan berkelanjutan menuju target Zero ODOL 2027.(*/rna)

Editor : Mugni Supardi
#Keselamatan Berkendara #Over Dimension Over Load #Kendaraan ODOL #ODOL #PT Jasa Raharja