RADAR PALU – Pemerintah Kota Palu mempercepat langkah pengendalian inflasi jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, membuka High Level Meeting TPID dan TP2DD di Ruang Bantaya, Kamis (11/12/2025), yang menandai dimulainya percepatan digitalisasi pasar serta penguatan koordinasi antarlembaga.
Dalam forum yang dihadiri BI Sulawesi Tengah, BPS, Bulog, Polresta Palu, dan berbagai stakeholder itu, Hadianto menegaskan pentingnya digitalisasi penuh untuk mengontrol arus barang dan harga.
Ia bahkan mewajibkan seluruh pedagang menggunakan QRIS sebagai standar layanan transaksi.
“Semua supply-demand di pasar harus terdigitalisasi. Mau dapat lapak baru, syaratnya wajib ber-QRIS,” tegasnya.
Prestasi TPID Palu yang meraih Juara I TPID Berkinerja Terbaik Kabupaten/Kota se-Sulawesi 2025 disebut sebagai bukti efektivitas kerja kolektif. Namun Hadianto meminta capaian itu tidak membuat tim lengah.
Inflasi Kota Palu berada pada posisi keempat terendah di Sulteng, yakni 3,08% (Oktober 2025) dan turun menjadi 2,94% (November 2025). Angka tersebut dinilai stabil meski masih sedikit di atas target nasional.
Menghadapi Nataru, Pemkot memerintahkan pasar murah digelar hingga ke rumah ibadah untuk memastikan keterjangkauan harga. Selain itu, OPD diminta melakukan inspeksi pasar menyeluruh untuk mencegah permainan harga di lapangan.
“Kita harus pastikan masyarakat merayakan Nataru dengan nyaman dan tanpa kecemasan,” kata Hadianto.
TPID dan TP2DD dijadwalkan merumuskan strategi lanjutan menghadapi kenaikan permintaan kebutuhan pangan pada 2026.***
Editor : Talib