Dinas Perdagangan dan Pendistribusian (Disperdagind) Kota Palu mencatat beberapa komoditas utama, terutama telur dan bawang merah, menjadi yang paling terlihat kenaikannya akibat tingginya permintaan dan berkurangnya pasokan.
Kepala Bidang Perdagangan Disperdagind Kota Palu, Andriani, mengungkapkan bahwa harga telur mulai bergerak naik karena permintaan meningkat memasuki masa Nataru. Selain itu, bawang merah juga mengalami kenaikan signifikan.
"Bawang merah itu yang biasanya Rp45 ribu sekarang Rp50 ribu, Rp60 ribu untuk yang jumbo dari Bima. Karena pasokan kurang dari Bima makanya harganya agak tinggi. Dan untuk bawang biasa sendiri sudah habis panen, permintaan tinggi sementara barang sudah mulai tidak sebanyak waktu panen, makanya harga dari Rp45 ribu sudah ke Rp50 ribu," ujar Andriani kepada Radar Palu Jawa Pos Group pada Rabu (3/12/2025).
Selain bawang merah, pemantauan di Pasar Inpres Manonda juga menunjukkan perubahan harga pada sejumlah komoditas lain.
Cabai merah keriting tercatat Rp35 ribu per kilogram, cabai rawit merah Rp50 ribu per kilogram, bawang putih Rp40 ribu per kilogram, serta tomat Rp6 ribu per kilogram.
Untuk menjaga stabilitas harga di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat, Pemerintah Kota Palu kembali menggelar kegiatan pasar murah. "Pasar murah terakhir besok di halaman Polres Palu dua hari, dan tetap ada Gadenolumako sampai tanggal 9 Desember," jelas Andriani.
Ia berharap keberadaan pasar murah dapat membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menekan gejolak harga di pasar tradisional menjelang akhir tahun.(rna)
Editor : Mugni Supardi