RADAR PALU - Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Palu tengah mendorong pelaksanaan program Pemkot Berhaji yang menyasar Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Palu.
Branch Manager BSI Cabang Palu, Ahmad Yani M mengatakan bahwa program ini menjadi bagian dari agenda nasional BSI yang menggandeng pemerintah daerah serta sejumlah institusi juga Brimob untuk mempermudah masyarakat dalam merencanakan keberangkatan ibadah haji.
"Ini merupakan program BSI secara nasional yang kita masukkan ke pemerintah-pemerintah daerah, pemda, dan pemerintah kota. Kita juga ada dua agenda secara nasional, itu bekerja sama dengan Brimob juga, jadi Brimob berhaji dan Pemda atau pemkot berhaji. Nah, ini kita follow up di Kota Palu untuk Pemkot berhaji," ujar Branch Manager BSI Cabang Palu, Ahmad Yani M kepada Radar Palu Jawa Pos Group saat ditemui pada Selasa (25/11/2025).
Selain itu, ia menjelaskan hasil dari audiensi yang dilaksanakan bersama Wali Kota Palu tersebut bertujuan meminta izin sekaligus dukungan Pemkot untuk melakukan sosialisasi pembukaan tabungan haji bagi ASN di seluruh Radar Palu Jawa Pos Group .
BSI melihat masih banyak ASN yang mungkin belum memiliki tabungan haji.
"Kami memohon izin dari Pak Wali agar bisa audiensi kepada ASN-ASN di Kota Palu untuk membuka tabungan haji. Masih banyak ASN yang belum memiliki tabungan, ini kita coba kasih solusi supaya mereka mau buka rekening haji melalui BSI," jelasnya.
Selain menyediakan tabungan haji, BSI juga bekerja sama dengan salah satu rekan BSI untuk memfasilitasi skema talangan biaya haji bagi masyarakat yang telah berniat, namun belum memiliki dana yang cukup.
"Kalau dari bank ini kan sudah tidak diperbolehkan, tapi untuk yang di sini itu mereka masih bisa memfasilitasi fasilitas talangan haji. Jadi siapa tahu ASN, non-ASN, bahkan UMKM di sekitar sini yang mau berhaji tapi belum ada dananya, itu bisa kita talangi dulu," terangnya.
Dirinya menambahkan, pembukaan tabungan haji di BSI dapat dimulai dari Rp100 ribu, sementara pendaftaran haji reguler sekitar Rp25 juta untuk antre haji. Tanpa saldo minimum tersebut, calon jamaah belum bisa masuk kuota keberangkatan.
"Urgensinya adalah antrean haji di Kota Palu cukup lama, kalau tidak salah bisa 23 tahun. Bayangkan kalau masih umur 20 atau 30 tahun belum siapkan itu, jadi mulai dari sekarang harus aware," kata Ahmad Yani.
Wali Kota Palu disebut sangat mendukung program tersebut, meski perlu koordinasi lanjutan dengan BPKAD karena agenda internal Pemkot.
Setelah audiensi awal, BSI berencana melakukan sosialisasi ke seluruh dinas di bawah Pemkot.
"Pak Wali sangat support, sangat mendukung. Beliau menyampaikan silakan, tapi memang harus koordinasi lagi dengan BPKAD. Kemungkinan minggu depan kita akan audiensi lanjutan," ungkapnya.
BSI menargetkan program ini dapat segera berjalan secara menyeluruh guna membantu ASN maupun masyarakat Kota Palu mempersiapkan keberangkatan haji lebih terencana.(rna)
Editor : Mugni Supardi