RADAR PALU - BYD di Kota Palu mendapat respons positif dari masyarakat. Sejak pertama kali beroperasi, dealer BYD yang berada di bawah manajemen Haka Auto mencatat peningkatan minat dan penjualan kendaraan listrik.
Hal tersebut diungkapkan Branch Manager Haka Auto Palu, Deswanthy Sari, saat ditemui Radar Palu Jawa Pos Group.
Menurutnya, BYD menjadi satu-satunya brand otomotif di Palu yang secara konsisten memperkenalkan kendaraan listrik full EV (electric vehicle) atau mobil listrik murni.
"Keunggulan BYD adalah kami memang polistrik, di mana BYD sebelumnya adalah perusahaan baterai. Karena itu, fokus utama kami sebenarnya bukan menjual mobil, tetapi menjual teknologi baterai," ujarnya.
Deswanthy menjelaskan, seluruh unit mobil BYD telah menggunakan teknologi Blade Battery, yang terbukti aman melalui berbagai pengujian ekstrem.
"Blade Battery kami sudah diuji. Ditusuk jarum tidak meledak, tidak mengeluarkan percikan api, suhu hanya naik sampai 60 derajat. Bahkan diuji panas, diuji keras, dan dibakar pun tidak menyebabkan ledakan," jelasnya.
Selain itu, struktur bodi kendaraan telah menggunakan konsep self-body, yaitu baterai melindungi bodi mobil, bukan sebaliknya. Teknologi ini menjadikan kendaraan lebih ringan dan aman.
BYD juga mengadopsi heat pump system, yang mampu menetralkan suhu panas maupun dingin sehingga performa baterai tetap stabil meski digunakan di wilayah beriklim ekstrem seperti Kota Palu.
Untuk mendukung kenyamanan pengguna, BYD Palu telah menyediakan fasilitas fast charging yang mampu mengisi daya hingga 80 persen hanya dalam 30 menit.
"Kami siapkan fast charging di depan showroom. Selain itu, ada empat wall charging untuk pelanggan dua di depan dan dua di belakang," katanya.
BYD juga menyediakan layanan fleets dan government meeting room, serta unit test drive untuk seluruh varian sebagai bagian dari edukasi kepada masyarakat.
Antusiasme warga Palu dinilai cukup tinggi, bahkan sebelum showroom resmi beroperasi BYD telah melakukan public display di PGM.
"Belum sebulan masuk, kami sudah berhasil menjual satu unit, kemudian dapat 13 pemesanan di bulan pertama, 9 unit di bulan berikutnya, dan sampai tanggal 5 bulan ini sudah ada 4 pemesanan," jelasnya.
Menurutnya, salah satu faktor peningkatan minat adalah persoalan antrean bahan bakar yang kerap terjadi di Palu.
"Daripada antre bensin, lebih baik tidur di rumah sambil cas mobil. Paginya tinggal pakai," tambahnya.
Deswanthy menegaskan BYD merupakan pilihan tepat bagi masyarakat Palu yang ingin beralih ke kendaraan listrik ramah lingkungan.
"Palu panas, dan untuk mendukung program pemerintah mengurangi emisi, BYD hadir sebagai solusi. Kami fokus pada keamanan dan kenyamanan, service lengkap, spare part standar internasional, serta 6 stall service yang siap melayani," ungkapnya.(rna)
Editor : Mugni Supardi