Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

OJK Sulteng Gelar Festival UMKM dan Akses Permodalan Dorong Inklusi Keuangan

Mugni Supardi • Sabtu, 22 November 2025 | 14:08 WIB
OJK Sulteng menggelar Festival UMKM dan Akses Permodalan dalam rangka HUT ke-14 OJK untuk memperkuat inklusi keuangan dan mendukung UMKM naik kelas.
OJK Sulteng menggelar Festival UMKM dan Akses Permodalan dalam rangka HUT ke-14 OJK untuk memperkuat inklusi keuangan dan mendukung UMKM naik kelas.

RADAR PALU - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tengah menggelar Festival UMKM dan Akses Permodalan yang merupakan bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun OJK yang ke-14.

Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut dihadiri pelaku UMKM, jajaran pimpinan Industri Jasa Keuangan (IJK), perbankan, lembaga pembiayaan, dan masyarakat umum.

Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tengah, Bonny Hardi Putra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen OJK dalam menjaga stabilitas sektor jasa keuangan serta mendorong inklusi dan integrasi keuangan di seluruh Indonesia, khususnya di Sulawesi Tengah.

"Kegiatan ini diselenggarakan sebagai peran OJK dalam menjaga stabilitas sektor jasa keuangan, serta mendorong inklusi dan integrasi keuangan di seluruh Indonesia, khususnya di Sulawesi Tengah," ujar Bonny dalam sambutannya pada Jumat (21/11/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Bonny menegaskan pentingnya kolaborasi untuk memperkuat ekosistem usaha di daerah. UMKM disebut sebagai tulang punggung perekonomian nasional, yang memiliki kontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja.

Saat ini jumlah UMKM di Indonesia mencapai 65,5 juta unit, memberikan kontribusi 61,9 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap 119 juta tenaga kerja, atau sekitar 97 persen dari total tenaga kerja nasional.

"Angka ini menunjukkan betapa besar peran UMKM, namun tantangan seperti akses pembiayaan, digitalisasi, dan integrasi keuangan masih menjadi hambatan utama," jelasnya.

Bonny menyoroti perkembangan digitalisasi keuangan sebagai peluang besar bagi pelaku UMKM untuk naik kelas.

Salah satunya melalui penggunaan QRIS, yang saat ini telah digunakan lebih dari 57 juta pengguna dengan 39,3 juta merchant, dan 93 persennya merupakan UMKM.

Baca Juga: Ujian Penegakan Hukum Terhadap Pertambangan Emas Tanpa Izin di Sulawesi Tengah di Tengah Reformasi Polri

Transaksi menggunakan QRIS tercatat mencapai 6,5 miliar transaksi dengan nilai Rp579 triliun pada 2025.

"Digitalisasi bukan hanya mempermudah transaksi, tapi membuka peluang akses pasar lebih luas hingga pembiayaan berbasis rekam jejak digital," ungkapnya.

Bonny berharap kegiatan ini menjadi momentum nyata untuk memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung UMKM naik kelas dan mewujudkan pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan.

"Tugas kita bukan hanya menjaga stabilitas sektor jasa keuangan, tetapi memastikan seluruh lapisan masyarakat, termasuk pelaku UMKM, memiliki akses setara pada layanan keuangan," tegasnya.

Di akhir sambutan, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

"Semoga kegiatan ini menjadi langkah nyata mewujudkan Sulawesi Tengah yang lebih sejahtera melalui ekosistem keuangan inklusif dan berkelanjutan," harapnya.(rna)

Editor : Mugni Supardi
#Festival UMKM OJK #inklusi keuangan Sulteng #OJK Sulawesi Tengah #akses permodalan UMKM #Bonny Hardi Putra