RADAR PALU - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama Polda Sulteng dan PT Jasa Raharja meresmikan layanan SAMSAT Digital Sulawesi Tengah, sebuah inovasi pelayanan publik yang memungkinkan masyarakat membayar pajak kendaraan bermotor secara cepat tanpa harus antre di kantor Samsat.
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A Lamadjido, yang hadir meresmikan layanan tersebut menyampaikan bahwa inovasi ini lahir dari kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan yang cepat, transparan, dan mudah diakses.
"Di Sulawesi Tengah hanya 3 menit. STNK langsung dicetak. Ini luar biasa. Dan di Indonesia baru ada dua, yang kedua adalah Sulawesi Tengah," ujar Reny dalam sambutannya pada Rabu (19/11/2025)
SAMSAT Digital Sulteng mengintegrasikan sejumlah layanan, seperti pembayaran PKB, SWDKLLJ, PNBP, pencetakan STNK, pembayaran non-tunai menggunakan mobile banking dan QRIS, kolaborasi instansi seperti Polda sulteng, Bapenda, Jasa Raharja, perbankan, hingga layanan Dukcapil dalam satu gedung.
"Melalui layanan ini masyarakat dapat melakukan pembayaran pajak kendaraan dengan lebih praktis tanpa harus menunggu lama atau datang kekantor samsat," katanya.
Dirinya juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Sulawesi Tengah agar memanfaatkan layanan samsat ini dengan sebaik-baiknya dengan meningkatkan kesadaran membayar pajak kendaraan tepat waktu.
"Karena pendapatan daerah yang berasal dari pajak kendaraan bermotor akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Wakil Gubernur Reny juga mengumumkan program pemutihan pajak kendaraan bermotor yang dimulai 20 November hingga 20 Desember 2025.
"Pemutihan ini untuk memudahkan rakyat, bukan menyulitkan. Pemerintah ingin masyarakat lebih nyaman dalam mengakses pelayanan," ungkapnya.
Reny berharap inovasi ini terus dijaga kualitasnya oleh seluruh pihak, para pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi dan menjaga kualitas layanan serta memastikan bahwa inovasi ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Sulteng, AKBP Hasanuddin, dalam sambutannya mengatakan bahwa perbaikan sarana dan prasarana telah dilakukan termasuk IT yang dapat menunjang pelaksanaan tugas dan meningkatkan pelayanan polri terhadap masyarakat guna menjawab tantangan kedepan utamanya dibidang pelayanan.
"Dibidang modern masyarakat mengharapkan kecepatan serta ketepatan dalam mendapatkan sebuah pelayanan dengan memberikan pelayanan terbaik maka akan timbul rasa kepuasan serta kepercayaan di masyarakat. Kemudian jika sudah sinergi maka tidak akan ada lagi keluhan dari masyarakat," jelasnya.
Samsat sendiri, tambahnya merupakan suatu sistem kerjasama secara terpadu antara polri, dinas pendapatan provinsi dan PT Jasa Raharja dalam pelayanan untuk menerbitkan tanda surat kendaraan bermotor dan angka nomor kendaraan bermotor yang dikaitkan dengan pemasukan kas negara baik melalui pajak kendaraan bermotor atau PKB dan sumbangan wajib lalu lintas jalan yang dilaksanakan pada kantor Samsat.
"Kami ingin memberikan pelayanan yang cepat, mudah, murah, transparan, dan akuntabel. Tidak boleh ada pungutan di luar tarif resmi. Pelayanan harus profesional dan tidak arogan, karena kita bekerja untuk masyarakat," tegas Hasanuddin.
Peluncuran Samsat Digital Sulteng disebut sebagai langkah maju dalam transformasi pelayanan publik di daerah. Pemerintah provinsi berharap sistem baru ini mampu meningkatkan pendapatan daerah dan mempercepat pelayanan yang lebih efektif, efisien, dan berdaya saing.(rna)
Editor : Mugni Supardi