RADAR PALU - Ekonomi Provinsi Sulawesi Tengah menunjukkan kinerja yang solid dengan pertumbuhan mencapai 7,95% (year-on-year) pada Triwulan III tahun 2025. Angka ini melampaui pertumbuhan ekonomi nasional dan mencerminkan struktur ekonomi daerah yang semakin kuat dan inklusif.
Pertumbuhan ekonomi Sulteng ditopang oleh sektor pertambangan, industri pengolahan, serta sektor perdagangan dan konstruksi yang tetap ekspansif. Aktivitas ekonomi masyarakat yang meningkat dan ekspor komoditas unggulan daerah menjadi pendorong utama pertumbuhan ini.
"Pertumbuhan ini adalah hasil dari sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat Sulawesi Tengah. Kami akan terus berupaya untuk menjaga momentum ini dan memastikan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan," ujar Kepala Kanwil DJPb Provinsi Sulteng Teddy Suhartadi Permadi.
Selain pertumbuhan ekonomi yang kuat, Sulteng juga berhasil menjaga tingkat inflasi tetap terkendali. Inflasi tercatat menurun dari 4,02% (yoy) menjadi 3,88% (yoy), menunjukkan efektivitas upaya pengendalian inflasi oleh Pemerintah Provinsi.
Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Regional Sulteng juga menunjukkan hasil yang positif. Hingga 30 September 2025, pendapatan negara tercatat sebesar Rp5,76 triliun (76,52% dari target), belanja negara mencapai Rp16,90 triliun (66,36% dari target), dengan defisit yang terkendali di level Rp11,14 triliun. Penerimaan perpajakan tumbuh positif berkat perbaikan sistem administrasi dan peningkatan kepatuhan wajib pajak.
Dari sisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sulteng, pendapatan daerah terealisasi sebesar Rp14,82 triliun (57,67% dari target), belanja daerah sebesar Rp12,84 triliun (48,16% dari target), dengan surplus Rp1,98 triliun. Belanja daerah menunjukkan progres yang baik, terutama belanja modal yang meningkat seiring percepatan proyek infrastruktur.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan. Tujuannya adalah memastikan pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya tinggi secara angka, tetapi juga inklusif dan berkelanjutan.
"Kami akan terus mendorong penciptaan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkokoh ketahanan fiskal daerah di tengah tantangan ekonomi global," tambah Teddy.(*/acm)
Editor : Mugni Supardi