Dalam sambutannya, Sisliandy menekankan bahwa para pengurus dan pendamping koperasi merupakan orang-orang terpilih yang diberi amanah untuk menjaga keberlangsungan koperasi, baik skala kecil maupun besar.
"Saya tahu perjuangan ini tidak mudah. Tetapi Bapak dan Ibu adalah orang-orang terpilih untuk berjuang bersama dalam mensukseskan koperasi. Adaptif, mampu bertahan, dan memahami situasi itulah yang membuat kita bisa terus berjalan," ujar Sisliandy dalam sambutannya pada Kamis (6/11/2025).
Dirinya menyebutkan bahwa fungsi pendampingan baik melalui Bimbingan Teknis dan Konsultasi Operasional (BKO) maupun Bimbingan Teknis dan Konsultasi Administrasi (BKA) sangat berperan penting untuk memastikan setiap permasalahan di koperasi dapat diatasi dengan solusi, bukan sekadar keluhan.
"Kalau soal pendampingan, jangan hanya menjelaskan kenapa ini begini, kenapa tidak tersedia itu. Tugas kita memberi solusi," tegasnya.
Sisliandy turut menyoroti berkurangnya peserta maupun tenaga penggerak koperasi dari tahun ke tahun. Ia mencontohkan, jumlah personel yang awalnya 28 orang kini tinggal sekitar 25 orang, sementara tim lainnya juga mengalami penurunan.
"Apakah ini tidak sesuai ekspektasi? Ada yang merasa tidak cocok dengan penempatan. Tapi kembali pada mentalitas. Kita harus punya komitmen," katanya.
Kadis KUKM juga mendorong koperasi untuk memperluas unit usaha yang relevan dengan kondisi lokal. Menurutnya, koperasi harus mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan desa dan pemerintah, serta membaca peluang yang ada.
"PO dan PA harus melihat usaha. Kira-kira apa lagi yang bisa kita kembangkan? Yang penting sesuai potensi dan kondisi daerah," tambahnya.
Dalam sesi akhir, Sisliandy menegaskan bahwa keberhasilan ekonomi desa tidak bisa dilepaskan dari peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa). Ia meminta seluruh pendamping menghapus stigma bahwa BUMDesa hanyalah milik pemerintah desa.
Momentum Hari Pahlawan, kata dia, harus menjadi pengingat bahwa perjuangan masa kini adalah soal ketekunan dan komitmen dalam membangun ekonomi kerakyatan.
"Pahlawan dulu berjuang mati-matian. Kita sekarang hanya perlu berjuang sungguh-sungguh. Mulai dari diri sendiri," tutupnya.(rna)