Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Bulog Sulteng Pastikan Harga Beras Segera Turun dalam Dua Pekan ke Depan

Mugni Supardi • Jumat, 24 Oktober 2025 | 17:33 WIB

 

PANTAU HARGA: Pimpinan Kantor Wilayah Perum Bulog Sulteng, Jusri Pakke (kanan) saat melakukan pemeriksaan beras SPHP di Pasar Inpres Manonda, Kamis (23/10/2025).   
PANTAU HARGA: Pimpinan Kantor Wilayah Perum Bulog Sulteng, Jusri Pakke (kanan) saat melakukan pemeriksaan beras SPHP di Pasar Inpres Manonda, Kamis (23/10/2025).  

RADAR PALU - Harga beras di pasaran masih berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk jenis premium. Namun Perum Bulog Wilayah Sulawesi Tengah memastikan kondisi itu bersifat sementara, dan harga diperkirakan akan mulai menurun dalam dua pekan ke depan.

Pimpinan Kantor Wilayah Perum Bulog Sulteng, Jusri Pakke menjelaskan bahwa tren penurunan harga beras akan mulai terlihat seiring dengan musim panen di sejumlah daerah, khususnya di wilayah Pantai Barat Sulawesi Tengah seperti Parigi dan sekitarnya.

"Perkiraan kami dua minggu ke depan harga sudah mulai turun karena daerah pantai barat sudah mulai panen. Termasuk Parigi sendiri sudah mulai panen," ujar Jusri kepada Radar Palu Jawa Pos Group disela-sela pemantauan di Pasar Tradisional pada Kamis (24/10/2025).

Menurutnya, salah satu penyebab harga beras masih tinggi saat ini adalah karena sebagian stok yang beredar merupakan beras lama yang dibeli pedagang dengan harga tinggi beberapa waktu lalu.

Kata dia, Bulog Sulteng saat ini menjalankan dua langkah utama untuk menjaga stabilitas harga beras, yakni melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta penyaluran bantuan pangan bagi masyarakat.

"Kami ada kegiatan SPHP yang masih berjalan sampai sekarang, termasuk juga bantuan pangan. Untuk bantuan pangan ini masyarakat akan mendapat alokasi dua bulan, sekitar 20 kilogram beras per orang," jelas Jusri.

Saat ini, Bulog Sulteng terus menggelontorkan stok beras SPHP ke pasaran sebanyak 40 hingga 50 ton per hari. Langkah ini diharapkan bisa mempercepat penyesuaian harga di tingkat pengecer dan konsumen.

"Harga sekarang sebenarnya sudah mulai turun dibanding satu bulan lalu. Yang masih tinggi itu karena stok lama," katanya.

Program SPHP tidak hanya menyasar toko besar, tetapi juga kios kecil dan pengecer di pinggir jalan. Menurut Jusri, sekitar 40an toko dan kios di Kota Palu kini telah bergabung dalam program tersebut.

Namun, beberapa pedagang kecil masih terkendala administrasi, terutama Nomor Induk Berusaha (NIB) yang kini wajib diurus secara daring.

"Bulog membantu memfasilitasi pedagang agar bisa mendaftarkan NIB secara online. Kami juga memberikan edukasi cara pengisian," ujarnya.

Terkait rencana kerja sama dengan pihak MBG dalam hal distribusi beras, Jusri mengungkapkan bahwa komunikasi antara kedua pihak sudah berjalan. Namun, kerja sama tersebut masih menunggu tindak lanjut lebih lanjut.

"Kami siap kapan saja untuk bekerja sama dengan MBG, baik dalam penyediaan beras medium maupun premium. Harapannya, nanti bisa memberikan harga yang lebih kompetitif dan bahkan lebih rendah dibanding harga pasar," tutur Jusri.

Selain beras lanjut Jusri, pemerintah juga menyiapkan bantuan minyak goreng sebanyak empat liter per keluarga untuk dua bulan. Namun, kata Jusri, penyaluran minyak goreng ini masih menunggu petunjuk teknis dari pusat, karena program tersebut merupakan permintaan langsung dari Presiden.

"Untuk minyak ini kami masih komunikasi dengan pusat. Karena ini baru pertama kali, jadi perlu disimulasikan dulu bagaimana metode penyalurannya," pungkasnya.(***)

Editor : Mugni Supardi
#Pimpinan Kantor Wilayah Perum Bulog Sulteng #Harga Eceran Tertinggi #Radar Palu Jawa Pos Group #Perum Bulog Wilayah Sulawesi Tengah #penurunan harga beras