Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Produk Ecoprint Diharapkan Jadi Souvenir Daerah dan Seragam Khas Instansi

Mugni Supardi • Kamis, 23 Oktober 2025 | 18:44 WIB

RAMAH LINGKUNGAN : Owner Ecoprint, Fitriyanti saat berada di stannya pada Kamis (23/10/2025).
RAMAH LINGKUNGAN : Owner Ecoprint, Fitriyanti saat berada di stannya pada Kamis (23/10/2025).
 

RADAR PALU - Kecintaan pada karya ramah lingkungan mendorong Fitriyanti yang merupakan pelaku usaha kreatif asal Kota Palu, mengembangkan produk Ecoprint sejak 6 Juni 2023.

Usaha berbasis kain alami itu kini mulai dikenal luas dan bahkan telah menembus pasar luar daerah.

Fitriyanti mengungkapkan bahwa dalam mempelajari metode pembuatan ecoprint ini, dirinya sampai belajar keluar daerah dan membutuhkan waktu dalam mempelajarinya.

"Awalnya saya belajar dan mencoba sendiri. Sekarang Alhamdulillah sudah jalan dan hasilnya cukup baik," tutur Fitriyanti kepada Radar Palu saat ditemui pada Kamis (23/10/2025).

Dirinya menjelaskan bahwa proses pembuatan ecoprint cukup panjang dan membutuhkan ketelitian tinggi. Dimulai dari tahap scouring untuk menghilangkan zat kimia pada kain putih, dilanjutkan proses mordan agar serat kain bisa menerima warna alami dari daun.

"Setelah itu baru dilakukan penataan daun di atas kain. Kenapa bisa berwarna? Karena kainnya direndam pewarna alami minimal tiga jam, lalu diperas dan ditempelkan pada kain yang sudah ditata daun," jelasnya.

Kini berbagai produk Ecoprint hasil karyanya dapat ditemukan di sejumlah lokasi seperti Dekranasda Kota Palu, Gerai di kota Palu, Bandara, hingga stan Bank Indonesia di Palu Grand Mall.

Selain itu, Fitriyanti menuturkan, produk yang dihasilkan cukup beragam, mulai dari kain lembaran, baju jadi atau kaos, tote bag, syal, pashmina, hingga topi bolak-balik.

"Yang paling diminati masyarakat itu topi, kain, dan baju jadi," katanya.

Harga produknya pun bervariasi, tergantung jenis kain dasar. "Kalau tote bag mulai Rp50 ribu, topi Rp125 ribu, kain dari Rp300 ribu sampai Rp700 ribu" ungkapnya.

Untuk pemasaran, Ecoprint Palu milik Fitriyanti bahkan sudah sampai ke luar daerah. "Sudah sampai keluar daerah. Kalau omset, lumayanlah," sebutnya.

Ia mengakui, keberhasilan usahanya tak lepas dari dukungan Bank Indonesia yang memfasilitasi pelatihan serta bantuan peralatan.

"Saya dapat bantuan untuk kelompok Ecoprint pertama, seperti belangan, mesin jahit, mesin kaos, mesin obras, dandang panjang, dan setrika uap," urainya.

Selain berproduksi, Fitriyanti juga aktif melatih masyarakat. "Saya sudah melatih di berbagai tempat," ujarnya bangga.

Dalam operasionalnya, Fitriyanti dibantu anaknya dan sejumlah tenaga tambahan jika ada pesanan mendadak. Ia juga berencana memberdayakan kelompok Ecoprint agar produksi bisa lebih besar dan terpusat.

Sebagai pelaku UMKM, Fitriyanti berharap dukungan pemerintah daerah terhadap pengrajin Ecoprint semakin meningkat.

"Harapan saya, pemerintah bisa menjadikan produk Ecoprint sebagai souvenir resmi dalam kegiatan pelatihan atau acara pemerintahan," harapnya.

Ia juga berharap ada seragam khas berbahan Ecoprint yang digunakan instansi pemerintah. "Supaya kearifan lokal kita bisa terlihat dan diberdayakan," pungkasnya.(***)

Editor : Mugni Supardi
#produk Ecoprint #ramah lingkungan #pelaku usaha kreatif asal Kota Palu