Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Tanamodindi Tonjolkan UMKM sebagai Kekuatan Ekonomi Lokal

Mugni Supardi • Selasa, 14 Oktober 2025 | 16:34 WIB
HARUS JADI CONTOH : Acara penyerahan penghargaan kepada Kelurahan Tanamodindi atas prestasinya masuk di 17 besar nasional dalam ajang Kelurahan Cantik (Cinta Statistik), Senin (13/10/2025).
HARUS JADI CONTOH : Acara penyerahan penghargaan kepada Kelurahan Tanamodindi atas prestasinya masuk di 17 besar nasional dalam ajang Kelurahan Cantik (Cinta Statistik), Senin (13/10/2025).

RADAR PALU - Masuk di 17 besar nasional dalam ajang Kelurahan Cantik (Cinta Statistik) yang digagas oleh Badan Pusat Statistik (BPS), Kelurahan Tanamodindi dinilai memiliki kekuatan tematik, terutama di sektor UMKM.

Fokus tematik ini menjadi daya tarik nasional karena menampilkan potensi lokal yang bisa dilihat dunia. Hal tersebut disampaikan oleh Fungsional Ahli Madya BPS Provinsi Sulawesi Tengah, Jefrie Wahido saat acara penyerahan penghargaan kepada Kelurahan Tanamodindi atas prestasinya, Senin (13/10/2025).

“Dengan data yang dikelola baik, dunia bisa melihat bagaimana Tanamodindi menonjolkan UMKM sebagai kekuatan ekonomi lokal," tambahnya.

Penetapan Tanamodindi sebagai kelurahan terbaik melalui proses panjang pembinaan "Tidak serta-merta ditetapkan. Ada proses pembinaan dari BPS Kota Palu dan Pemkot Palu, termasuk Dinas Kominfo,” lanjut Jefrie Wahido.

Di sisi lain, Lurah Tanamodindi Hamdan menuturkan bahwa pendampingan dari BPS sangat membantu kelurahan dalam mendata dan mengembangkan potensi wilayah.

“Kami didampingi langsung oleh tim BPS. Terutama dalam pendataan UMKM, pendampingannya luar biasa,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa perkembangan UMKM di Tanamodindi tumbuh pesat sejak 2014 berkat dukungan Pemerintah Kota Palu.

“Pak Wali Kota menempatkan UMKM sebagai motor penggerak ekonomi lokal. Masyarakat kami ikut diberdayakan, berjualan, dan berinovasi,” kata Hamdan.

Sementara itu, Plt. Kepala BPS Provinsi Sulawesi Tengah Imron Taufik J. Musa menyebut, capaian Tanamodindi sebagai hasil nyata dari kolaborasi antara pemerintah daerah, BPS, dan lembaga pendidikan.

"Kota Palu satu-satunya daerah yang mengkolaborasikan program ini dengan universitas. Ini luar biasa dan belum ada di kabupaten lain," ungkap Imron.

Ia menjelaskan, program Kelurahan Cantik di Kota Palu telah menjadi contoh bagi daerah lain di Sulawesi Tengah. Bahkan, BPS telah merekomendasikan penerapan program serupa di Kabupaten Donggala.

Imron mengungkapkan, program ini tidak membutuhkan anggaran besar, melainkan kemauan dan kerja sama yang kuat. "Yang penting ada kolaborasi. Agen statistik di kelurahan sudah cukup kuat untuk mengumpulkan data tanpa biaya besar," jelasnya.

Menurutnya, nilai Tanamodindi dalam penilaian provinsi hampir sempurna. "Nilainya 99,99. Hanya satu poin yang milik Tuhan," ujar Imron.

Imron juga menyebut bahwa Kota Palu kini menjadi salah satu barometer nasional dalam pembangunan berbasis data. "Kota Palu luar biasa. Bahkan menjadi penyusun Indeks Aktualisasi Pancasila di Indonesia. Ini barometer pembangunan yang kuat," tuturnya.

Dengan mengharumkan nama daerah setelah meraih 17 besar nasional dalam ajang Cinta Statistik, Wakil Wali Kota Palu menyampaikan apresiasi tinggi atas kerja keras seluruh tim Kelurahan Tanamodindi.

Ia menilai penghargaan ini bukan hanya soal prestasi, tetapi bukti nyata bahwa data yang dikelola dengan baik bisa menjadi pondasi kebijakan publik.

"Saya masuk ke kantor lurah ini luar biasa, bersih dan rapi. Pantas dapat penghargaan, bukan cuma cantik karena cinta statistik, tapi memang benar-benar cantik kantornya," ujar Imelda.

Ia menegaskan, keakuratan data sangat penting bagi proses perencanaan pembangunan. "Ketika data akurat, maka penganggaran dan pelaksanaan pembangunan bisa tepat sasaran. Data yang benar adalah dasar untuk keputusan yang benar," tegasnya.

Imelda juga mendorong agar 46 kelurahan di Kota Palu meniru langkah Tanamodindi dan Palupi yang sebelumnya juga meraih predikat serupa. "Kita tidak mau berhenti di sini. Kalau bisa, tahun depan semua kelurahan punya data akurat dan bisa bersaing di tingkat nasional," katanya.

Program Cinta Statistik sendiri menilai kemampuan kelurahan dalam mengelola dan memanfaatkan data sebagai dasar pembangunan yang akurat dan berkelanjutan.(***)

Editor : Mugni Supardi
#17 besar nasional #BPS Kota Palu #Cinta Statistik #Kelurahan Tanamodindi #BPS Provinsi Sulawesi Tengah #Pemkot Palu #Dinas Kominfo #Kelurahan Cantik