“Salah satu target edukasi Bank Indonesia itu adalah anak usia dini, salah satunya anak SD. Jadi acara ini sangat cocok karena sesuai dengan target yang ditetapkan pusat,” ujar Arjuna pada Jumat (22/8/2025).
Ia menambahkan edukasi BI tidak hanya menyasar anak-anak, tetapi juga remaja dan ibu rumah tangga. Namun, anak-anak dinilai sebagai pondasi utama.
“Kenapa anak-anak? Karena sejak kecil mereka bisa dilatih disiplin. Seperti di Jepang, masyarakatnya tertib karena dari kecil sudah dididik. Kami berharap anak-anak juga bisa merawat rupiah sejak dini hingga dewasa nanti,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, BI memperkenalkan program Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah melalui kuis interaktif. Anak-anak diajak mengenali uang rupiah lebih dalam, mulai dari warna, gambar pahlawan, hingga pemandangan alam dan budaya yang tercetak di setiap lembar uang.
“Kalau pegang uang, jangan hanya lihat warnanya. Ada pahlawan, pemandangan alam, tarian, sampai flora. Dari uang, adik-adik bisa belajar banyak hal,” kata salah satu perwakilan BI dalam sosialisasi di tengah acara.
Selain mengenali rupiah, anak-anak juga diajarkan cara merawat rupiah dengan konsep “5J”, yaitu jangan dilipat, jangan dicoret, jangan dibasahi, jangan diremas, dan jangan dihecter. Pesan ini disampaikan dengan cara menyenangkan agar mudah dipahami anak-anak.
Di akhir sesi, Muhammad Arjuna berharap pesan singkat yang dibawa BI bisa berkesan dan diteruskan anak-anak ke lingkungannya. “Harapannya, apa yang kami sampaikan bisa mengena, dibawa sampai mereka pulang ke rumah, ke keluarga, dan ke sekolah,” tutupnya.(mg1)
Editor : Nur Soima Ulfa