RADAR PALU – Kepala Seksi Perbibitan dan Produksi Dinas Pertanian dan Pangan Kota Palu, Anang, mengungkapkan populasi ternak sapi di Kota Palu saat ini tercatat sebanyak 6.477 ekor. Namun, tidak semua sapi tersebut dapat dijadikan stok potong karena harus disesuaikan dengan usia dan jenis kelamin sapi.
"Dari jumlah itu kita bagi berdasarkan umur, mulai dari anak, muda, sampai dewasa. Kemudian dari masing-masing kelompok itu ada jantan dan betina. Yang bisa dipotong hanyalah sebagian dari kelompok sapi dewasa, terutama jantan, dan betina yang sudah tidak produktif," jelas Anang saat ditemui di ruangannya pada Rabu (2/6/2025).
Menurutnya, dari total populasi tersebut, hanya sekitar 52 persen yang masuk kategori dewasa, dengan komposisi 38 persen betina dan 15 persen jantan. Dari jumlah betina dewasa tersebut, hanya beberapa yang dianggap layak dipotong, karena selebihnya masih dibutuhkan untuk produksi dan regenerasi populasi ternak.
"Kalau jantan dewasa, bisa dipotong kapan saja asal pemiliknya bersedia menjual. Tapi betina itu ada aturan. Hanya yang sudah tua atau tidak produktif saja yang bisa dipotong," katanya.
Anang menjelaskan dalam sehari, jumlah pemotongan sapi di Kota Palu mencapai rata-rata 25 ekor, sementara stok sapi potong potensial sekitar 1.465 ekor untuk tahun 2025.
"Artinya, kita tidak bisa mengandalkan populasi sapi yang ada di Kota Palu saja. Jumlah itu jelas tidak mencukupi untuk kebutuhan daging masyarakat," tambahnya.
Karena itu, Kota Palu sangat bergantung pada pasokan ternak dari daerah penyangga seperti Parigi, Sigi, Donggala, Ampana dan lainnya. Bahkan dari luar Pulau Sulawesi. Menurut Anang, ini menjadi peluang besar bagi pelaku usaha peternakan untuk mengambil peran dalam memenuhi kebutuhan ternak potong di Palu.
"Dulu di tahun 2005 populasi sapi kita bisa mencapai 15 ribu ekor. Tapi sekarang meskipun tiap tahun ada kenaikan sekitar 7 hingga 9 persen, secara keseluruhan kita mengalami penurunan jika dilihat dari tren jangka panjang," ujarnya.
Anang menyebut penurunan populasi disebabkan oleh berkurangnya minat beternak, menyempitnya lahan, dan meningkatnya jumlah penduduk serta konsumsi daging.
Adapun pada momentum Idul adha tahun 2025, jumlah hewan yang dipotong di Kota Palu mencapai 1.285 ekor sapi dan 257 ekor kambing.
"Stok dari dalam Kota Palu tetap kami prioritaskan, tapi tidak cukup. Jadi kami sangat terbantu dengan suplai dari luar daerah," pungkas Anang.(rna)
Editor : Nur Soima Ulfa