RADAR PALU – Gempa bumi tektonik bermagnitudo 4,8 mengguncang wilayah selatan Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Selasa (3/11) malam. Getaran gempa tersebut turut dirasakan masyarakat di Kabupaten Banggai dan Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah.
Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 23.37 WITA. Episenter gempa berada di darat, pada koordinat 0,20 Lintang Selatan dan 123,32 Bujur Timur.
Lokasi tersebut berjarak sekitar 86 kilometer di selatan Kota Gorontalo dengan kedalaman 87 kilometer.
Baca Juga: Mayat Nelayan Ditemukan di Pantai Tanjung Santigi
BMKG mengategorikan gempa tersebut sebagai gempa bumi menengah. Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa dipicu aktivitas subduksi Lempeng Laut Sulawesi.
Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap) dan laporan masyarakat, gempa dirasakan dengan intensitas III MMI di Kabupaten Gorontalo. Pada skala ini, getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seperti ada truk yang melintas.
Sementara itu, di Kabupaten Bone Bolango, Kabupaten Gorontalo Utara, Kota Gorontalo, Kabupaten Banggai, dan Kabupaten Banggai Kepulauan, gempa dirasakan dengan intensitas II–III MMI.
Baca Juga: Satlantas Polres Touna Kawal Distribusi Air Bersih
Pada intensitas II MMI, getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Jika mencapai III MMI, getaran terasa nyata di dalam rumah.
Hingga laporan BMKG diterbitkan, belum terdapat laporan kerusakan akibat gempa tersebut.
BMKG juga melaporkan belum terdeteksi adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) berdasarkan hasil pemantauan hingga pukul 00.30 WITA.
Baca Juga: Polres Morowali Bekuk Bandar Sabu Asal Bahodopi Berinisial IKS
Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Palu, Djati Cipto Kuncoro, mengimbau masyarakat untuk memperoleh informasi kebencanaan melalui kanal resmi BMKG, seperti akun media sosial @infoBMKG, laman bmkg.go.id dan inatews.bmkg.go.id, serta aplikasi Info BMKG.
Masyarakat juga diminta tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. (***)
Editor : Mugni Supardi