Morut Terima Bantuan 55 Pompa Air dan 6 Traktor untuk Petani

Ilham Nusi • Dipublikasikan Rabu, 28 Oktober 2026 | 13:07 WIB
KOORDINASI: Pelaksana tugas Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Morut, Krispen Hebret Masu, diskusi bersama petani saat mendampingi Wabup Morut Djira Kendjo menghadiri Gerakan Panen Padi Sawah Kelompok Tani Sipatuo di Desa Bunta, Senin (26/10/2026). (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU)
KOORDINASI: Pelaksana tugas Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Morut, Krispen Hebret Masu, diskusi bersama petani saat mendampingi Wabup Morut Djira Kendjo menghadiri Gerakan Panen Padi Sawah Kelompok Tani Sipatuo di Desa Bunta, Senin (26/10/2026). (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU)

RADAR PALU - Pemerintah Kabupaten Morowali Utara (Pemkab Morut) mendapat alokasi 55 unit pompa air dan 6 unit traktor untuk mendukung sektor pertanian.

Pada saat yang sama, Dinas Pertanian dan Pangan Morut menyiapkan evaluasi pengelolaan sawah di Desa Bunta, Kecamatan Petasia Timur, yang kerap menghadapi genangan air.

Bantuan tersebut dikabarkan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Morut, Krispen Hebret Masu, saat menghadiri Gerakan Panen Padi Sawah Kelompok Tani Sipatuo di Desa Bunta, Senin (26/10/2026).

Baca Juga: DPRD Morut Sinkronkan Beasiswa Morut Cerdas dan Berani Cerdas

Kegiatan itu turut dihadiri Wakil Bupati Morut Djira Kendjo, Plt. Camat Petasia Timur Desran Waka, Kepala Desa Bunta Saharuddin, anggota Satgas Swasembada Pangan, penyuluh pertanian, serta anggota Kelompok Tani Sipatuo.

Krispen mengapresiasi Kelompok Tani Sipatuo yang tetap menghasilkan panen di tengah kondisi cuaca yang kurang mendukung.

Dia menyebut produktivitas padi pada tahun ini mencapai 7,2, sedangkan pada 2024 mencapai 9,2. Produktivitas pada 2025 juga mengalami sedikit penurunan.

Baca Juga: Sigi Siapkan Peluang Investasi Pabrik Kakao, Sidera dan Oloboju Jadi Kandidat Lokasi

Meski begitu, Krispen mengapresiasi upaya petani yang tetap mengelola sawah di tengah tantangan cuaca.

"Di tengah kondisi cuaca yang kurang bersahabat, para petani tetap mampu melaksanakan kegiatan pertanian dengan hasil yang patut diapresiasi. Ini harus menjadi motivasi bagi petani lainnya untuk terus mengembangkan usaha pertanian," kata Krispen.

Data produktivitas tersebut belum menyebutkan satuan pengukuran. Karena itu, angka tersebut perlu dikonfirmasi sebelum publikasi jika akan digunakan untuk perbandingan hasil panen secara kuantitatif.

Baca Juga: Pemkab Morowali Salurkan Perdana 200 Tabung LPG 3 Kg ke Menui Kepulauan

Dinas Pertanian dan Pangan Morut juga menangani persoalan genangan air yang berulang kali menghambat pengelolaan sawah di Desa Bunta, terutama saat musim hujan.

Sekitar dua hingga tiga pekan sebelum panen, Dinas Pertanian bersama Badan Penanggulangan Bencana, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan kelompok tani telah meninjau lokasi terdampak.

Dalam peninjauan tersebut, pihak perusahaan menyampaikan perkembangan pekerjaan normalisasi saluran pembuangan air.

Baca Juga: Permudah Pelaporan dan Pembayaran Pajak Daerah, Pemkab Touna Launching IHLASToPay

Krispen mengatakan Dinas Pertanian berencana kembali meninjau lokasi bersama Dinas Pekerjaan Umum dan instansi terkait. Pemantauan itu bertujuan mengevaluasi perkembangan pekerjaan serta mendukung perbaikan pengelolaan air di area persawahan.

Selain penanganan genangan, Krispen mengakui program cetak sawah baru perlu evaluasi. Pemerintah perlu memastikan kesesuaian kondisi lahan, sistem pembuangan air, dan kesiapan teknis sebelum petani memulai penanaman.

Untuk mendukung kegiatan pertanian, Pemkab Morut memperoleh alokasi bantuan berupa 55 unit pompa air berukuran 3 dan 4 inci, tiga unit traktor roda empat, serta tiga unit traktor crawler.

Baca Juga: Kapolda Perintahkan Tindak Tegas Pelaku Pembakaran Hutan, 914 Personel Dikerahkan Operasi

Dinas Pertanian masih menunggu proses pendataan calon petani dan calon lokasi (CPCL) sebelum menyalurkan bantuan tersebut.

Krispen meminta petani menyampaikan kebutuhan dan kendala melalui penyuluh pertanian lapangan. Dinas terkait akan menginventarisasi laporan tersebut sebagai dasar tindak lanjut.

Langkah ini diharapkan membantu pemerintah menentukan dukungan sarana pertanian sesuai kebutuhan petani dan kondisi lahan.

Baca Juga: Tegas DPD Demokrat Sulteng "Luruskan" Mekanisme Pergantian Pimpinan DPRD Sulteng

Sementara itu, Plt. Camat Petasia Timur Desran Waka menekankan pentingnya memperbaiki saluran irigasi tersier untuk mengendalikan aliran air di lahan persawahan.

Desran juga berharap pemerintah memperkuat dukungan sarana pertanian dan memastikan alat mesin pertanian mendapat pemeliharaan secara berkala.

Dengan dukungan sarana yang memadai, perbaikan saluran air, dan evaluasi program cetak sawah, pengelolaan lahan pertanian di Desa Bunta diharapkan dapat berlangsung lebih optimal pada musim tanam berikutnya. (***)

Editor : Ilham Nusi
Krispen Hebret Masu Kelompok Tani Sipatuo bantuan alat pertanian Ketahanan pangan irigasi pertanian