Bupati Sigi Minta Tak Ada Ibu Hamil Luput dari Pemantauan

Angel Sumbara • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 18:38 WIB
BUMIL: Bupati Sigi Moh. Rizal Intjenae, saat membuka Gerakan Bumil Sehat Kabupaten Sigi Tahun 2026 di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Asmaul Husna, Desa Binangga, Kecamatan Marawola, Senin (5/10/2026).(FOTO: ANGEL SUMBARA/RADAR PALU).
BUMIL: Bupati Sigi Moh. Rizal Intjenae, saat membuka Gerakan Bumil Sehat Kabupaten Sigi Tahun 2026 di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Asmaul Husna, Desa Binangga, Kecamatan Marawola, Senin (5/10/2026).(FOTO: ANGEL SUMBARA/RADAR PALU).

RADAR PALU — Pemerintah Kabupaten Sigi memperkuat perhatian terhadap kesehatan ibu dan bayi. Pemerintah desa diminta lebih aktif memastikan seluruh ibu hamil di wilayahnya terdata, mendapat pendampingan, serta memperoleh pelayanan kesehatan secara rutin.

Pesan itu disampaikan Bupati Sigi Moh. Rizal Intjenae saat membuka Gerakan Bumil Sehat Kabupaten Sigi Tahun 2026 di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Asmaul Husna, Desa Binangga, Kecamatan Marawola, Senin (5/10/2026).

Rizal mengatakan, upaya menekan risiko kematian ibu dan bayi tidak cukup hanya mengandalkan tenaga kesehatan. Peran keluarga, kader, pemerintah desa hingga pemerintah daerah diperlukan untuk memastikan ibu hamil mendapatkan perhatian sejak masa kehamilan.

Baca Juga: Dokumen Asli Surat Bupati Sigi Ditemukan Jadi Bungkus Nasi Pecel di Jakarta, Bupati Terkejut

Karena itu, ia meminta para kepala desa lebih proaktif melakukan pendataan dan pemantauan terhadap ibu hamil di wilayah masing-masing.

“Pastikan tidak ada ibu hamil yang luput dari pemantauan, tidak mendapatkan pelayanan kesehatan, ataupun terlambat memperoleh pertolongan ketika mengalami tanda-tanda bahaya kehamilan,” tegas Rizal.

Menurutnya, pemantauan yang dilakukan sejak dini dapat membantu menemukan berbagai risiko kehamilan sehingga penanganan dapat segera diberikan.

Baca Juga: Dua Desa di Sigi Sahkan Dokumen Pengelolaan Sampah Berbasis Desa

Rizal menilai pendampingan ibu hamil perlu dibangun dalam satu sistem yang saling terhubung. Mulai dari keluarga, kader kesehatan, pemerintah desa dan kecamatan, puskesmas hingga rumah sakit sebagai fasilitas rujukan.

“Kalau ada kondisi yang berisiko, jangan sampai terlambat ditangani. Rantai pelayanan dan pendampingan harus berjalan dengan baik,” ujarnya.

Ia juga mendorong keterlibatan berbagai pihak di luar sektor kesehatan. TP PKK, organisasi profesi, dunia pendidikan, tokoh masyarakat, tokoh agama, pelaku usaha dan masyarakat dinilai memiliki peran dalam mendukung keberhasilan program tersebut.

Baca Juga: Stunting Sigi Masih 1.613 Kasus, PKK Dorong Data Warga Dibenahi

Bagi Rizal, Gerakan Bumil Sehat tidak boleh berhenti sebagai kegiatan peluncuran. Gerakan itu harus diterapkan secara berkelanjutan dan menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Sigi.

“Gerakan ini harus menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan di seluruh wilayah Kabupaten Sigi,” katanya.

Ia menambahkan, perhatian terhadap kesehatan ibu dan bayi merupakan bagian dari investasi jangka panjang daerah. Sebab, kesehatan anak sejak masih dalam kandungan turut menentukan kualitas generasi yang akan tumbuh dan menjadi bagian dari pembangunan Sigi.

Baca Juga: Sesar Palu-Koro Picu Gempa M 4,7 di Donggala, Getaran Terasa hingga Palu dan Sigi

Melalui Gerakan Bumil Sehat 2026, Pemkab Sigi mendorong peningkatan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin, mengenali tanda-tanda bahaya kehamilan, serta memastikan ibu hamil mendapatkan pertolongan medis ketika membutuhkan.(***)

Editor : Muchsin Siradjudin
Moh. Rizal Intjenae Diperhatikan bupati ibu hamil