Bupati Delis Ajak Jemaat Kibaid Lasampi Aktif di Masyarakat

Ilham Nusi • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 17:02 WIB
TAHBIS: Gedung Gereja Kibaid Jemaat Lasampi di Desa Bunta, Kecamatan Petasia Timur, ditahbiskan setelah 24 tahun dibangun, Rabu (30/9/2026). Prosesi ini dihadiri Bupati Morut Delis Julkarson Hehi. (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU)
TAHBIS: Gedung Gereja Kibaid Jemaat Lasampi di Desa Bunta, Kecamatan Petasia Timur, ditahbiskan setelah 24 tahun dibangun, Rabu (30/9/2026). Prosesi ini dihadiri Bupati Morut Delis Julkarson Hehi. (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU)

RADAR PALU - Bupati Morowali Utara (Morut) Delis Julkarson Hehi mengajak Jemaat Gereja Kerapatan Injil Bangsa Indonesia (Kibaid) Lasampi aktif beribadah dan memberi kontribusi nyata dalam kehidupan bermasyarakat.

Delis menyampaikan pesan itu saat menghadiri penahbisan Gedung Gereja Kibaid Jemaat Lasampi di Desa Bunta, Kecamatan Petasia Timur, Rabu (30/9/2026).

Dia meminta jemaat tidak berhenti pada penyelesaian pembangunan gedung gereja.

Baca Juga: Polda Sulteng Ungkap Tiga Terduga Teroris Ditangkap, Densus 88 Masih Dalami Jaringannya

Menurut Delis, keberadaan rumah ibadah harus semakin memperkuat iman sekaligus mendorong pelayanan sosial yang memberi manfaat bagi masyarakat.

Penahbisan tersebut menandai berakhirnya perjalanan panjang pembangunan Gereja Kibaid Jemaat Lasampi yang dimulai sejak peletakan batu pertama pada 2002.

Prosesi penahbisan berlangsung melalui penandatanganan prasasti oleh Bupati Morut bersama Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) Gereja Kibaid. Acara kemudian dilanjutkan dengan pengguntingan pita.

Baca Juga: Asa dari Semangkuk Bubur dan Nasi Kuning

Anggota DPD RI daerah pemilihan Sulawesi Tengah Febriyanthi Hongkiriwang, Wakapolres Morut Kompol Charles B.N. Karimar, Danramil Lembo Kapten Inf. Silas Eban Boroallo, pengurus Majelis Sinode Gereja Kibaid, pemerintah daerah, para pendeta dan guru Injil, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh jemaat turut hadir.

Dalam sambutannya, Delis menyebut penahbisan Gereja Kibaid Jemaat Lasampi sebagai puncak perjuangan panjang jemaat.

Pembangunan gereja membutuhkan keteguhan iman, doa, kerja keras, dan pengorbanan dari berbagai pihak.

Baca Juga: KONI Morut Siapkan 250 Atlet Rebut 10 Medali Emas Porprov X Sulteng

Namun, Delis menegaskan bahwa penyelesaian gedung gereja harus menjadi awal bagi penguatan kehidupan rohani jemaat.

"Jangan gerejanya selesai, orang malah tidak masuk gereja. Kiranya selesainya gereja dan ditahbiskannya gereja ini semakin memotivasi jemaat untuk rajin beribadah, rajin berdoa, dan semakin berakar di dalam Tuhan," kata Delis.

Bupati Morut itu juga berharap Gereja Kibaid Jemaat Lasampi tidak hanya menjadi tempat peribadatan.

Baca Juga: Resmi Dilantik Kapolri, Irjen Rizal Irawan Nahkodai Polda Sulteng

Delis mendorong gereja memperkuat kepedulian dan pelayanan sosial di tengah masyarakat.

Dia menyampaikan selamat kepada seluruh jemaat dan berharap kehadiran gereja tersebut memberi manfaat bagi Desa Bunta, Kecamatan Petasia Timur, hingga Kabupaten Morowali Utara.

Ketua BPMS Gereja Kibaid, Pdt. Yulianus Tandirerung menyebut berdirinya gedung Gereja Kibaid Jemaat Lasampi sebagai bukti pertolongan dan penyertaan Tuhan.

Baca Juga: GKST Bukit Moria Po’ona Genap 100 Tahun, Ini Pesan Bupati Delis

Yulianus menegaskan bahwa gereja memiliki tanggung jawab untuk mendukung terciptanya kehidupan masyarakat yang rukun, damai, dan sejahtera.

"Gereja akan berdoa untuk kesejahteraan daerah ini dan berjuang bersama pemerintah untuk mewujudkan kesejahteraan, kerukunan dan kedamaian, sehingga tercipta suasana kondusif untuk membangun ekonomi yang dinikmati warga gereja dan masyarakat pada umumnya," ujar Yulianus.

Dia juga menegaskan komitmen Gereja Kibaid untuk menjadi mitra pemerintah dalam pembangunan Kabupaten Morowali Utara.

Baca Juga: Polres Morowali Evakuasi 75 WNA, Serta Periksa Intensife Sejumlah Saksi Terkait Konflik

"Menjadi komitmen gereja bahwa gereja harus menjadi partner pemerintah di dalam membangun daerah yang kita sama-sama cintai ini, Kabupaten Morowali Utara," katanya.

Menurut Yulianus, pelayanan jemaat harus terus berjalan setelah pembangunan gedung selesai. Ia mendorong jemaat menjalankan misi gereja melalui tindakan nyata di tengah masyarakat.

Sementara itu, Anggota DPD RI Febriyanthi Hongkiriwang mengajak Jemaat Kibaid Lasampi menjadikan penahbisan gereja sebagai momentum memperkuat iman dan pelayanan.

Baca Juga: Anwar Hafid Ingatkan Ilmu Pemerintahan Tak Boleh Berhenti di Kampus

Dia menyampaikan bahwa penyelesaian pembangunan gedung gereja lahir dari pertolongan Tuhan dan kerja keras jemaat. Karena itu, keberadaan gedung tersebut harus diikuti perubahan nyata dalam kehidupan umat.

"PR kita sebenarnya adalah bagaimana jemaat boleh hidup mencerminkan ada Kristus di dalamnya. Sehingga lewat kita boleh berbuah, boleh berbunga, boleh jadi berkat buat sekitar kita," ujar Febriyanthi.

Febriyanthi berharap Jemaat Kibaid Lasampi menghadirkan kasih dan kepedulian melalui kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Hari Batik Nasional 2026, Pekerja BRI Cabang Parigi Kompak Kenakan Batik

Dia juga mendorong gereja terus menjadi tiang doa bagi masyarakat dan pemerintah daerah. Dengan begitu, gereja dapat menjalankan pelayanan rohani sekaligus memberi kontribusi sosial di lingkungan sekitarnya.

Untuk diketahui, Jemaat Kibaid Lasampi memulai pelayanan pada 1997. 

Sejumlah keluarga asal Sulawesi Selatan yang tinggal di Desa Bunta ketika itu mengadakan ibadah rutin di rumah jemaat.

Baca Juga: Indahnya Berbagi, JMSI Sulteng Bagikan 100 Paket Makanan di TPA Kawatuna

Ibadah perdana pada Agustus 1997 diikuti sekitar 14 orang dari lima keluarga.

Setelah jumlah jemaat bertambah, mereka membangun gereja darurat berukuran 54 meter persegi secara gotong royong di atas lahan hibah Pemerintah Desa Bunta.

Pada 1998, Jemaat Kibaid Lasampi resmi masuk dalam wilayah pelayanan Gereja Kibaid.

Baca Juga: Diusir TKA, Warga Tanauge Geruduk PT NNI

Pelayanan kemudian berkembang ke sejumlah wilayah, termasuk Korowau dan Londi. Jemaat juga membuka cabang kebaktian di Bungini pada 2021 dan Tinompo pada 2023.

Sementara itu, pembangunan gedung Gereja Kibaid Jemaat Lasampi dimulai melalui peletakan batu pertama pada 2002.

Setelah melewati proses pembangunan selama sekitar 24 tahun, jemaat akhirnya mengikuti penahbisan gedung gereja pada 2026.

Baca Juga: Warga Matarape Keluhkan Debu Hauling PT ASKON, Komisi III DPRD Sulteng Desak Gakkum ESDM & DLH Turun

Penahbisan Gereja Kibaid Jemaat Lasampi kemudian ditutup dengan ibadah bersama dan ramah tamah dalam suasana sukacita. (***)

Editor : Ilham Nusi
Jemaat Kibaid Lasampi Gereja Kibaid penahbisan gereja morowali utara Bupati Delis