PLTS di Kawasan Pertambangan PT COR Tbk Diresmikan Bupati Morut

Ilham Nusi • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 17:08 WIB
BEROPERASI: Bupati Morut Delis Julkarson Hehi bersama Direktur Utama PT COR Tbk. Andi Jaya menandatangani plakat tanda diresmikannya PLTS berkapasitas 256 kWp di Dusun V Lambolo, Desa Ganda-Ganda, Petasia, Selasa (29/9/2026). (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU)
BEROPERASI: Bupati Morut Delis Julkarson Hehi bersama Direktur Utama PT COR Tbk. Andi Jaya menandatangani plakat tanda diresmikannya PLTS berkapasitas 256 kWp di Dusun V Lambolo, Desa Ganda-Ganda, Petasia, Selasa (29/9/2026). (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU)

RADAR PALU - Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pertama di Kabupaten Morowali Utara (Morut), resmi beroperasi di kawasan pertambangan PT Central Omega Resources (COR) Tbk.

PLTS berkapasitas 256 kilowatt peak (kWp) itu diresmikan Bupati Morut Delis Julkarson Hehi, Selasa (29/9/2026).

PLTS PT COR berada di Dusun V Lambolo, Desa Ganda-Ganda, Kecamatan Petasia.

Baca Juga: KONI Morut Siapkan 250 Atlet Rebut 10 Medali Emas Porprov X Sulteng

Sistem pembangkit tersebut juga menggunakan Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 251 kilowatt-hour (kWh).

BESS membantu menyimpan energi dan mendukung kebutuhan listrik operasional perusahaan, khususnya di kawasan pertambangan.

Peresmian PLTS PT COR ditandai dengan penekanan tombol sirene oleh Bupati Delis bersama Kapolres Morut AKBP Junaidy Antonius Weken, Dandim 1311/Morowali Letkol Inf. Boyke Baja Imanuel Sirait, Direktur Utama PT COR Tbk Andi Jaya, dan Managing Director PT Xurya Daya Indonesia Eka Himawan.

Baca Juga: Perkuat Ekonomi Pesisir, IMIP Salurkan 6 Unit Kapal Nelayan

Bupati Delis mengatakan pengoperasian PLTS PT COR menjadi langkah awal untuk memperluas pemanfaatan energi baru terbarukan di Morut.

"Ini (PLTS) hal yang pertama terjadi di Kabupaten Morowali Utara, bahkan mungkin di Sulawesi Tengah," kata Delis.

Delis mengatakan energi surya dapat membantu mengurangi ketergantungan dunia usaha terhadap energi fosil sekaligus mendorong kemandirian energi.

Baca Juga: GKST Bukit Moria Po’ona Genap 100 Tahun, Ini Pesan Bupati Delis

Pemkab Morut juga telah berkomunikasi dengan PT PLN untuk menjajaki pengembangan PLTS dalam skala lebih besar.

Pemkab Morut bahkan telah menerima permintaan lokasi untuk rencana pembangunan PLTS dengan kebutuhan lahan lebih dari 200 hektare dan kapasitas sekitar 200 megawatt (MW).

Pemanfaatan lahan bekas tambang untuk pengembangan PLTS juga masuk dalam pembahasan pemerintah daerah bersama pihak terkait.

"Kalau bisa Morowali Utara ini jadi pusat pembangunan PLTS di Sulawesi Tengah," ujar Delis.

Baca Juga: 10 IUP Nikel Kepung Kawasan Hutan Bualemo Banggai, JATAM : Ancaman Bagi Lumbung Pangan

Rencana tersebut masih berada pada tahap pembahasan antara pemerintah daerah dan pihak terkait.

Direktur Utama PT COR Tbk Andi Jaya mengatakan perusahaan telah merencanakan pembangunan PLTS sejak beberapa tahun lalu.

Kini, rencana tersebut terealisasi sebagai bagian dari upaya PT COR mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil dan meningkatkan penggunaan energi yang lebih bersih.

Baca Juga: Ketua PD IPIM Morut Dukung IAMI, Dorong Masjid Jadi Penggerak Perdamaian

"Sebagai salah satu pelaku tambang di dunia usaha tambang di Republik Indonesia ini, kami sadar bahwa ketergantungan kepada energi asal fosil itu cepat atau lambat pasti akan berakhir," kata Andi.

Andi mengatakan perusahaan harus menerjemahkan komitmen energi hijau melalui tindakan nyata.

"Kalau cuma kita bicara di mulut saja tapi tidak ada tindakan nyata, itu namanya cuma omdo. Hari ini kita membuktikan bahwa di wilayah Morowali Utara ini, berkat dukungan Bapak Bupati, kami diperkenankan untuk membangun PLTS," ujarnya.

Baca Juga: Kanwil Kemenkum Sulteng Harmonisasi Ranperbup Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum Banggai Laut

PT COR juga menyiapkan pengembangan energi terbarukan secara berkelanjutan. Andi berharap perusahaan tambang dan pelaku usaha lain di Morowali Utara mengikuti langkah tersebut.

Managing Director PT Xurya Daya Indonesia Eka Himawan menjelaskan PLTS PT COR menggunakan sistem off-grid yang terintegrasi dengan baterai dan pasokan listrik PLN.

Sistem tersebut memungkinkan energi dari PLTS dan baterai mendukung operasional perusahaan pada siang hari. PLN tetap menjadi bagian dari sistem pasokan, sedangkan baterai dapat berfungsi sebagai cadangan ketika dibutuhkan.

Baca Juga: Pemkot Palu Apresiasi Sinergi Kekayaan Intelektual, Kanwil Kemenkum Sulteng Terima Penghargaan

"Pemanfaatan energi terbarukan ini bukan cuma untuk green, tetapi meningkatkan keandalan juga," kata Eka.

Menurut Eka, sektor pertambangan membutuhkan pasokan listrik secara berkelanjutan. Karena itu, sistem energi terbarukan juga dapat mendukung keandalan operasional.

Eka mengatakan Xurya telah merealisasikan lebih dari 300 proyek PLTS hingga akhir 2025, baik sistem on-grid maupun hybrid off-grid di berbagai wilayah Indonesia.

Baca Juga: PT COR Tbk Kolaborasi LPP Salurkan Bantuan Pendidikan ke Desa Pesisir dan Pedalaman Morowali Utara

Peresmian tersebut turut dihadiri Anggota DPD RI Febriyanthi Hongkiriwang. Kehadirannya sebagai bagian dari tugasnya di Komite II DPD RI yang membidangi energi dan sumber daya alam.

Febriyanthi menyambut pembangunan PLTS PT COR karena energi surya dapat mendukung kebutuhan listrik perusahaan sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan.

Dia berharap peningkatan produksi perusahaan tetap berjalan bersama perhatian terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar.

Baca Juga: Pemkab Morut Sinkronkan CSR dan PPM Perusahaan Tambang

"Pembangkit listrik tenaga surya ini lebih ramah lingkungan, dan tentunya lebih mendukung perusahaan sehingga produksi lebih bagus lagi," katanya.

Senada Febriyanthi, Bupati Delis berharap perusahaan pertambangan lain di Morut mulai mempertimbangkan pengembangan sumber energi alternatif sesuai kemampuan dan kebutuhan operasional masing-masing.

"Tentunya kita berharap nantinya perusahaan-perusahaan lain juga akan mengikuti jejak PT COR, karena bagaimana mencoba berkontribusi untuk memenuhi kebutuhan listrik yang ada sehingga tidak semata-mata kita bergantung pada suplai yang diberikan oleh PT PLN," kata Delis.

Baca Juga: Diduga Pengambilan Material Tanpa izin di Desa Bente, Polres Cek Lokasi

Delis mengatakan keterlibatan sektor swasta dapat membantu memperkuat kemandirian energi daerah.

"Secara mandiri kita bisa mencukupkan kebutuhan energi di masing-masing perusahaan yang ada," ujarnya.

Pengoperasian PLTS PT COR menjadi langkah baru pemanfaatan energi surya di kawasan pertambangan Morut sekaligus membuka peluang pengembangan energi baru terbarukan dalam skala lebih luas. (***)

Editor : Ilham Nusi
PLTS PT COR Andi Jaya energi terbarukan morowali utara Delis Julkarson Hehi