RADAR PALU - Sebanyak 51 pemuda Morowali Utara (Morut) menuntaskan pelatihan bahasa Mandarin selama hampir satu tahun melalui program yang dibiayai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bersama pihak swasta.
Bupati Morut Delis Julkarson Hehi menutup pelatihan bahasa Mandarin tersebut di Ruang Pola Kantor Bupati Morut, Rabu (23/9/2026).
Pelatihan berlangsung di Balai Latihan Kerja (BLK) Tompira, Petasia Timur, sejak 1 Oktober 2025 hingga 23 September 2026.
Baca Juga: Dituding Minta Rp5 Juta, Kejari Palu Beri Klarifikasi
Program ini digelar Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Morut bekerja sama dengan Yayasan Cahaya Ilmu Kreatif.
Yayasan Cahaya Ilmu Kreatif mendukung program tersebut dengan menyediakan tenaga pengajar dan bahan pelajaran selama pelatihan.
Sebanyak 70 peserta mengikuti pelatihan sejak awal. Namun, 51 peserta berhasil mengikuti seluruh rangkaian pelatihan hingga selesai.
Baca Juga: Demo Hari Tani di Kantor Gubernur Sulawesi Tengah Berujung Ricuh, Massa Desak Anwar Hafid Tuntaskan
Kepala Bidang Pelatihan, Pelayanan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Morut, Alka Christo Posawa, mengatakan pelatihan ini menjadi program bahasa Mandarin dengan jumlah peserta cukup besar di Morut.
Selama pelatihan, peserta mendapat pembelajaran bahasa Mandarin untuk mendukung kebutuhan komunikasi di dunia kerja.
Panitia menetapkan HSK 4 sebagai target pembelajaran.
Baca Juga: Bernyali, Takwin Antar Jenazah Warga, Ambulans Lewati Jalan Sempit dan Gelap Menuju Rumah Duka
HSK atau Hanyu Shuiping Kaoshi merupakan tes standar internasional untuk mengukur kemampuan bahasa Mandarin.
Dari 51 peserta yang menyelesaikan pelatihan, sebanyak 26 orang berhasil lulus ujian HSK 4 atau menuntaskan materi HSK 4.
Sebanyak 13 peserta mencapai HSK 4A, sedangkan 12 peserta lainnya mencapai HSK 3.
Baca Juga: Bupati Delis Minta Hambatan Program Kesehatan Dituntaskan
Kepala Disnakertrans Morut Kartiyanis Lakawa mengatakan program pelatihan bahasa Mandarin menjadi bagian dari upaya Pemkab meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) lokal.
Pemkab Morut juga menggandeng pihak swasta untuk mendukung pembiayaan program tersebut.
"Ada sharing (pendanaan) dari perusahaan di kawasan PT SEI," ungkap Kartiyanis.
Baca Juga: Bukan Hanya PETI yang Ditindak, Termasuk Perusak Hutan Kawasan
Dukungan tersebut berasal dari perusahaan di kawasan industri PT Stardust Estate Investment (SEI).
Kerja sama pemerintah dan swasta itu diarahkan untuk memperkuat keterampilan pemuda lokal agar memiliki kemampuan yang relevan dengan kebutuhan dunia industri.
Bupati Delis mengatakan kemampuan bahasa Mandarin dapat membantu tenaga kerja lokal berkomunikasi dengan dunia usaha asal Tiongkok.
Baca Juga: Delis Ungkap 3 Faktor Picu Perlambatan Ekonomi Morut
Menurut Delis, perkembangan teknologi, kawasan industri, dan investasi asal Tiongkok di Morut membuka peluang kerja bagi pemuda daerah.
"Teknologi hari ini dikuasai Tiongkok, kawasan industri dan investasi yang banyak masuk di Morowali Utara saat ini juga terbesar dari Tiongkok. Kesempatan adik-adik untuk berkarir mendapatkan pekerjaan di kawasan industri sangat terbuka lebar," kata Delis.
Peserta juga menunjukkan hasil pelatihan saat acara penutupan.
Baca Juga: Dorong Pemerataan Pendidikan, Pemkab Buol Matangkan Rencana Pembangunan Sekolah Rakyat di Jakarta
Rasdiana Sinala tampil menyampaikan pesan dan kesan menggunakan bahasa Mandarin di hadapan Bupati Delis dan para tamu undangan.
Penampilan tersebut mendapat tepuk tangan dan sorak-sorai dari peserta serta undangan.
Delis mengaku bangga melihat kemampuan peserta setelah mengikuti pelatihan selama hampir satu tahun.
Baca Juga: BPN dan Pemkab Morut Perkuat Kepastian Hukum Tanah
"Walaupun saya tidak mengerti apa yang disampaikan salah satu peserta (Rasdiana) tadi, itu membuat kita sangat bangga," ujarnya.
Pemkab Morut juga memperkuat peningkatan SDM melalui jalur pendidikan.
Pada awal September 2026, Delis melepas delapan pemuda Morut yang memperoleh beasiswa untuk melanjutkan pendidikan perguruan tinggi di Tiongkok selama tiga tahun.
Baca Juga: Kemenkum Sulteng Matangkan Persiapan Kunjungan Menteri Hukum
Program pelatihan bahasa Mandarin dan beasiswa pendidikan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Morut menyiapkan SDM lokal untuk menghadapi perkembangan investasi dan kebutuhan tenaga kerja di daerah.
Penutupan pelatihan turut dihadiri Kepala Disnakertrans Morut Kartiyanis Lakawa, perwakilan Yayasan Cahaya Ilmu Kreatif, serta pejabat di lingkungan Pemkab Morut. (***)
Editor : Ilham Nusi