Bupati Delis Minta Hambatan Program Kesehatan Dituntaskan

Ilham Nusi • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 21:20 WIB
INSTRUKSI: Bupati Morowali Utara Delis Julkarson Hehi meminta berbagai hambatan dalam pelaksanaan program kesehatan segera dituntaskan saat membuka membuka Rapat Koordinasi Kesehatan di Ruang Pola Kantor Bupati, Rabu (23/9/2026). (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU)
INSTRUKSI: Bupati Morowali Utara Delis Julkarson Hehi meminta berbagai hambatan dalam pelaksanaan program kesehatan segera dituntaskan saat membuka membuka Rapat Koordinasi Kesehatan di Ruang Pola Kantor Bupati, Rabu (23/9/2026). (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU)

RADAR PALU - Bupati Morowali Utara (Morut) Delis Julkarson Hehi meminta berbagai hambatan dalam pelaksanaan program kesehatan segera dituntaskan. 

Dia menyampaikan hal itu saat membuka Rapat Koordinasi Kesehatan Kabupaten Morowali Utara 2026 di Ruang Pola Kantor Bupati, Rabu (23/9/2026).

Delis meminta forum tersebut tidak sekadar menjadi ruang penyampaian laporan capaian program kesehatan.

Baca Juga: Unazlam Akui Gaji Dosen Sempat Terlambat, Kini Sudah Dibayarkan

Rapat koordinasi harus mampu mengidentifikasi persoalan di lapangan sekaligus menghasilkan solusi yang bisa langsung ditindaklanjuti.

"Melalui rapat ini kita ingin melihat kondisi kita terkini, apa yang sudah dicapai, apa yang masih menjadi kendala dan hambatan sehingga tujuan yang kita harapkan belum tercapai," ujar Bupati.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Delis didampingi Plt. Kepala Dinas Kesehatan Morut Arif Paskal Pokonda, Kepala Dinas P2KBP3AD Morut Alno Berniat, Kepala Bappelitbangda Morut Gerzom Tandi, serta Kepala Dinas PUPRPKPD Morut Destuber Matoori.

Baca Juga: BPN dan Pemkab Morut Perkuat Kepastian Hukum Tanah

Rakor itu turut dihadiri manajemen RSUD Kolonodale, para kepala Puskesmas, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Menurut Delis, pemerintah perlu membahas setiap persoalan kesehatan secara bersama-sama. Pemda juga harus menentukan skala prioritas agar penanganan berjalan lebih terarah dan efektif.

Dia menekankan bahwa rapat koordinasi tidak cukup hanya menyampaikan hasil pelaksanaan program. Forum tersebut harus mampu menemukan penyebab persoalan dan menentukan langkah penyelesaiannya.

Baca Juga: CSR IMIP Perkuat Layanan Kesehatan dan Pendidikan di Bahodopi

Sejumlah program menjadi perhatian dalam evaluasi Rakorkes Morut 2026. Program tersebut meliputi Cek Kesehatan Gratis (CKG), skrining tuberkulosis (TBC), serta upaya penurunan angka stunting.

Pemerintah daerah mendorong pelaksanaan program tersebut untuk mendukung pencapaian indikator Indonesia Sehat.

Delis menegaskan bahwa kesehatan menjadi salah satu urusan mendesak karena sektor tersebut menjadi ujung tombak pelayanan kepada masyarakat.

Baca Juga: Dinkes Sulteng Targetkan Seluruh Puskesmas Jadi BLUD, Ini Alasannya

Dia juga menempatkan sektor kesehatan sebagai salah satu pondasi penting dalam mewujudkan visi besar Kabupaten Morowali Utara.

Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan melalui peningkatan akses pendanaan, pemenuhan sarana dan prasarana sesuai standar, serta penguatan sumber daya manusia kesehatan yang kompeten.

Langkah tersebut membutuhkan evaluasi berkala agar pemerintah dapat mengetahui capaian program sekaligus segera menangani berbagai hambatan yang muncul dalam pelayanan kesehatan masyarakat. (***)

Editor : Ilham Nusi
Kesehatan Morut program kesehatan Pelayanan Kesehatan Stunting Delis Julkarson Hehi