RADAR PALU – Kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) terus mencatat pertumbuhan signifikan dalam penyerapan tenaga kerja. Hingga Juli 2026, jumlah tenaga kerja aktif di kawasan industri tersebut mencapai 97.427 orang, meningkat tajam dibandingkan 89.849 pekerja pada Januari 2026 dan sekitar 35.592 pekerja pada 2020.
Berdasarkan data Departemen Human Resources (HR) PT IMIP, tenaga kerja aktif tersebut terdiri atas 89.335 laki-laki dan 8.092 perempuan. Di luar itu, terdapat sekitar 20.000 tenaga kerja alih daya yang bekerja di perusahaan kontraktor maupun jasa pendukung operasional kawasan industri.
Direktur Komunikasi PT IMIP, Emilia Bassar, mengatakan peningkatan jumlah pekerja tersebut mencerminkan pesatnya perkembangan industri pengolahan di Morowali yang turut berdampak pada pertumbuhan lapangan kerja formal di Sulawesi Tengah.
Baca Juga: Langkah Kecil Wujudkan Masa Depan Anak, IMIP Gelar Khitanan Massal Kelima Sejak 2022
"Pertumbuhan industri di Morowali, khususnya di IMIP, menorehkan perkembangan ketenagakerjaan secara signifikan di Sulteng. Dari Juni 2025 ke Juli 2026, serapan tenaga kerja naik 13,53 persen," ujar Emilia dalam keterangan resminya, Sabtu (18/7/2026).
Data Badan Pusat Statistik (BPS) juga menunjukkan tren peningkatan jumlah pekerja formal di Sulawesi Tengah dalam tiga tahun terakhir. Jumlah angkatan kerja formal naik dari 477,2 ribu orang pada Agustus 2023 menjadi 500,1 ribu orang pada 2024, kemudian kembali meningkat menjadi 525,8 ribu orang pada Agustus 2025.
Menurut Emilia, kehadiran IMIP menjadi salah satu motor penggerak transformasi struktur ketenagakerjaan di Sulawesi Tengah. Sektor industri pengolahan yang berkembang pesat mulai menggeser dominasi sektor pertanian dan perikanan sebagai penyerap tenaga kerja utama.
Baca Juga: Karyawan IMIP Belajar ke Tiongkok, Tingkatkan Kompetensi untuk Industri Global
Selain menciptakan lapangan kerja di dalam kawasan industri, pertumbuhan IMIP juga mendorong aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar Bahodopi. Penelitian tim Survey and Research Departemen Secretariat and General Affair (SGA) PT IMIP mencatat jumlah UMKM di Kecamatan Bahodopi meningkat dari 4.697 unit usaha pada 2021 menjadi 7.643 unit pada Maret 2025. Meski pada April 2026 jumlahnya menjadi 7.190 unit, penyerapan tenaga kerja justru meningkat hingga mencapai 17.080 orang.
Pada triwulan I 2026, sektor industri pengolahan juga menjadi lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi di Sulawesi Tengah, yakni sebesar 15,09 persen. Di saat yang sama, PDRB Sulawesi Tengah atas dasar harga berlaku mencapai Rp110,27 triliun, sedangkan PDRB per kapita Kabupaten Morowali menembus Rp1,3 miliar pada 2024.
Untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan industri, PT IMIP juga memperkuat pengembangan sumber daya manusia melalui pelatihan, sertifikasi kompetensi, program magang, hingga kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dan lembaga vokasi.
Baca Juga: Run for Nature IMIP 2026, Gagas Penanaman Pohon, Menjaga Ruang Hijau
Kemitraan tersebut melibatkan Politeknik Industri Logam Morowali (PILM), Akademi Teknik Industri Makassar (ATI Makassar), Fakultas Vokasi Universitas Hasanuddin, serta Universitas Tadulako melalui program teknologi rekayasa. Program yang dijalankan meliputi pemberian beasiswa, kesempatan magang, hingga Praktisi Mengajar guna menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri.
PT IMIP menyatakan pengembangan industri dan peningkatan kualitas SDM menjadi dua aspek yang saling mendukung untuk menciptakan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat Sulawesi Tengah.(*)
Editor : Rony Sandhi