RADAR PALU - Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman Daerah (PUPRPKPD) Kabupaten Morowali Utara (Morut) telah merampungkan pemulihan SPAM IKK Petasia.
Memasuki Jumat (17/7/2026), tim teknis menuntaskan pengelasan pipa galvanis (GIP) yang bocor di sekitar Kantor Dinas Perpustakaan Morut sebagai bagian dari tahap akhir perbaikan jaringan distribusi air bersih.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPRPKPD Morut, Fachrudin Lalu, mengatakan pekerjaan pengelasan pipa menjadi fokus utama pada hari ini sebelum dilanjutkan dengan penimbunan kembali jalur pipa.
Baca Juga: Komisi B DPRD Palu: PLN Wajib Koordinasi Sebelum Pangkas Pohon
"Terakhir hari ini pekerjaan pengelasan pipa GIP yang bocor di dekat Kantor Perpustakaan. Penimbunan pipa malam ini harus kami tuntaskan," kata Fachrudin dihubungi Radar Palu, Jumat (17/7/2026).
Perbaikan tersebut merupakan lanjutan dari pemeliharaan menyeluruh SPAM IKK Petasia yang didanai PT Halmahera Internasional Resources (HIR).
Pekerjaan mencakup sistem dari intake, Instalasi Pengolahan Air (IPA), hingga jaringan distribusi ke pelanggan.
Baca Juga: New Honda Vario EVO 160 Resmi Meluncur di Luwuk, Hadirkan Desain Modern dan Mesin 160cc
Sebelumnya, PUPRPKPD Morut menargetkan pekerjaan selesai pada 17 Juli 2026. Namun, di lapangan tim masih menemukan sejumlah titik yang membutuhkan penanganan tambahan agar seluruh jaringan dapat kembali berfungsi optimal.
Tahap awal perbaikan diawali dengan pembersihan intake air baku Ance Ombo di Dusun V Lambolo, Desa Ganda-Ganda.
Selanjutnya, tim membersihkan Instalasi Pengolahan Air (IPA), memperbaiki sistem Scada dan jaringan kelistrikan, memasang 20 pentil udara, memeriksa check valve pada pipa induk berdiameter 10 inci, serta memperbaiki jaringan distribusi menuju pelanggan di wilayah Kota Kolonodale.
Baca Juga: Anwar Hafid Minta Seluruh OPD Sulteng Kompak Jalankan 9 Program BERANI
Selain mengganti dan menyambung pipa yang rusak, petugas juga membersihkan endapan lumpur yang menghambat distribusi air serta membongkar sambungan yang tidak sesuai standar.
Dalam proses pekerjaan, tim juga menemukan sejumlah sambungan langsung ke jaringan utama yang diduga memengaruhi tekanan dan debit air ke pelanggan. Selain itu, masih ditemukan rumah pelanggan yang tidak lagi memiliki meter air meski sambungan masih tersedia.
PUPRPKPD Morut memastikan seluruh material perbaikan telah tersedia sehingga pekerjaan dapat dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya pada titik kebocoran tertentu.
Meski proses pemeliharaan masih berlangsung, distribusi air tetap dilakukan secara bertahap agar masyarakat tetap memperoleh pasokan air bersih.
Fachrudin sebelumnya menjelaskan perubahan warna air menjadi kemerahan bukan disebabkan kerusakan instalasi, melainkan sedimen dari kawasan hulu yang terbawa aliran sungai saat hujan deras.
Karena itu, selain memperbaiki jaringan perpipaan, pemerintah juga terus membersihkan intake dan instalasi pengolahan air.
Dia menyebut fasilitas SPAM IKK Petasia berfungsi normal sejak mulai beroperasi pada 2020 hingga awal 2023. Menurutnya, gangguan mulai muncul setelah terjadi aktivitas di kawasan hulu yang berdampak pada kondisi sumber air baku.
Saat ini SPAM IKK Petasia melayani sekitar 3.065 sambungan rumah dengan kapasitas intake sekitar 60 liter per detik yang didukung tiga reservoir berkapasitas 200 meter kubik, 200 meter kubik, dan 500 meter kubik.
PUPRPKPD berharap, rampungnya pengelasan pipa bocor dan penimbunan jalur pipa pada Jumat malam, maka proses pemulihan jaringan distribusi dapat segera selesai sehingga pelayanan air bersih kepada masyarakat Kolonodale dan sekitarnya kembali normal.
"Semoga pemeliharaan yang kami lakukan dengan bantuan PT HIR dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat Kolonodale, khususnya bagi pelanggan SPAM IKK Petasia," sebut Fahrudin. (*)
Editor : Agung Sumandjaya