Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Kader Kesehatan dan Masyarakat di Desa Guntarano Dibekali Deteksi Dini untuk Cegah Penyakit Jantung Lewat Posyandu Terintegrasi

Mugni Supardi • Jumat, 17 Juli 2026 | 19:04 WIB
Dosen Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Palu melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Desa Guntarano, Kabupaten Donggala.
Dosen Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Palu melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Desa Guntarano, Kabupaten Donggala.

RADARPALU - Dosen Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Palu melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Desa Guntarano, Kabupaten Donggala.

PKM itu bertajuk "Edukasi Penguatan Kapasitas Kader dan Keluarga dalam Upaya Preventif Penyakit Jantung Melalui Posyandu Terintegrasi." 

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan serta masyarakat dalam melakukan upaya pencegahan dan deteksi dini penyakit jantung melalui pendekatan promotif dan preventif berbasis komunitas.

Baca Juga: Anwar Hafid Minta Seluruh OPD Sulteng Kompak Jalankan 9 Program BERANI

Kegiatan diawali dengan pembukaan yang dihadiri oleh Sekretaris Desa Guntarano, Noval, yang mewakili Kepala Desa serta Bidan Penanggung Jawab Desa Guntarano.

Dalam sambutannya, pemerintah desa menyampaikan apresiasi kepada Poltekkes Kemenkes Palu atas pelaksanaan kegiatan pengabdian yang dinilai memberikan manfaat nyata bagi peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan, khususnya pencegahan penyakit jantung.

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi edukasi mengenai upaya preventif penyakit jantung oleh Sarliana dan Mercy Joice. 

Baca Juga: Sinergi Bangun Desa, PT LTT Perkuat Aktivitas Keagamaan, Ketahanan Pangan, dan Olahraga Desa Towiora

Materi yang disampaikan meliputi pengenalan faktor risiko penyakit jantung, pentingnya menerapkan pola hidup sehat, menjaga berat badan ideal, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, melakukan aktivitas fisik secara teratur, menghindari kebiasaan merokok, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran kader dan masyarakat bahwa penyakit jantung dapat dicegah melalui perubahan perilaku dan deteksi dini.

Sesi selanjutnya dipandu oleh Yuli Admasari, yang memberikan pelatihan praktik skrining faktor risiko penyakit jantung. 

 

Dalam sesi ini, peserta dibimbing melakukan pengukuran tinggi badan, berat badan, lingkar perut, menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT), serta mengukur tekanan darah sebagai bagian dari skrining awal faktor risiko penyakit jantung.

Peserta juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan setiap tahapan pemeriksaan dengan pendampingan langsung dari narasumber sehingga diharapkan mampu menerapkannya secara mandiri pada kegiatan Posyandu Terintegrasi.

Ketua tim pengabdian, Mercy Joice menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, yang bertujuan memberdayakan kader kesehatan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat desa.

Baca Juga: Reny Lamadjido: Nakes Kunci Sukses BERANI Sehat, 185 Ribu Warga Sudah Merasakan Manfaat

"Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab utama kematian, namun sebagian besar faktor risikonya dapat dicegah melalui pola hidup sehat dan deteksi dini. Melalui kegiatan ini kami berharap kader dan masyarakat memiliki kemampuan untuk mengenali faktor risiko sejak awal serta mampu mengedukasi keluarga agar lebih peduli terhadap kesehatan jantung," ujar Sarliana.

Sementara itu, perwakilan Pemerintah Desa Guntarano, Noval menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan tenaga kesehatan merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Baca Juga: Seleksi Dirut Perumda Palu Masuk Tahap Akhir, Penetapan Ditargetkan Bulan Ini

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Poltekkes Kemenkes Palu yang telah memilih Desa Guntarano sebagai lokasi kegiatan pengabdian. Kami berharap ilmu yang diperoleh kader dan masyarakat dapat diterapkan secara berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah penyakit jantung sejak dini," ungkapnya.

Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan antusias, mulai dari sesi edukasi hingga praktik skrining kesehatan. Interaksi yang aktif selama diskusi dan praktik menunjukkan tingginya minat peserta untuk memahami cara sederhana dalam mendeteksi faktor risiko penyakit jantung.

Pada akhir kegiatan, tim pengabdian juga menyerahkan hibah alat tensi meter dan alat timbang berat badan sebagai dukungan untuk menunjang pelaksanaan skrining kesehatan di Posyandu Terintegrasi Desa Guntarano. 

 

Bantuan ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh kader kesehatan dalam melakukan pemantauan kesehatan masyarakat, khususnya dalam upaya pencegahan penyakit jantung.

Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, dosen Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Palu berharap kader kesehatan semakin berdaya sebagai agen edukasi di masyarakat. 

Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat upaya promotif dan preventif dalam pengendalian penyakit tidak menular, sehingga tercipta masyarakat Desa Guntarano yang lebih sehat dan berkualitas.***

Editor : Mugni Supardi
Desa Guntarano penyakit jantung Posyandu Terintegrasi Poltekkes Kemenkes Palu PKM