RADAR PALU – Di balik suara sirene ambulans yang membelah jalanan Kota Palu, tersimpan kisah perjuangan relawan kemanusiaan yang selama ini bekerja tanpa pamrih membantu warga yang membutuhkan pertolongan medis.
Semangat tersebut menjadi pembahasan utama dalam Podcast Radar Palu bertajuk Menghidupkan Kemanusiaan yang digelar di The Circle Coffee, Kota Palu, Rabu pagi (13/5/2026).
Podcast yang dipandu host Rony Sandhi, yang juga Pimpinan Redaksi Radar Palu Jawa Pos, menghadirkan dua narasumber, yakni Mardiman Sane, tokoh muda peduli kemanusiaan, serta Hendly Mangkali, Koordinator Relawan Ambulans Sulawesi Tengah.
Baca Juga: Untuk Operasional Kemanusiaan Relawan Korsa, Ketua MDS Official Menyerahkan Ambulance
Dalam diskusi tersebut, keduanya mengulas perjalanan panjang serta komitmen pelayanan ambulans gratis yang selama ini hadir membantu masyarakat di berbagai wilayah Sulawesi Tengah.
Pengalaman mengevakuasi pasien dalam kondisi darurat, bahkan di tengah malam dengan keterbatasan fasilitas, menjadi bagian dari realitas yang mereka hadapi.
Mardiman Sane menegaskan bahwa program ambulans gratis yang dijalankan sepenuhnya murni untuk kemanusiaan dan tidak memiliki kaitan dengan kepentingan politik apa pun.
Baca Juga: Ambulans Puskesmas Lambunu Pembawa Ibu Hamil Alami Kecelakaan di Tada Timur
“Tidak ada tendensi politik sama sekali dalam urusan kemanusiaan ini. Sekarang semua ambulans tidak memakai logo partai ataupun simbol politik. Yang ada hanya simbol kemanusiaan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, saat ini terdapat 12 unit ambulans yang tersebar di sejumlah kabupaten di Sulawesi Tengah. Hampir seluruh wilayah telah terlayani, kecuali Kabupaten Banggai Kepulauan dan Banggai Laut yang belum memiliki armada layanan.
Menurutnya, kebutuhan masyarakat terhadap akses transportasi kesehatan masih sangat tinggi, khususnya bagi warga kurang mampu yang membutuhkan rujukan antar daerah.
Baca Juga: Milenium Group dan STS Serahkan Bantuan Kemanusiaan Korban Banjir Desa Balongga
Meski berjalan tanpa sponsor tetap, Mardiman menegaskan komitmennya untuk terus mempertahankan layanan tersebut selama masih memiliki kemampuan.
“Saya hanya menjamin, selama saya mampu, saya akan tetap terus menjalankan ini,” katanya.
Sementara itu, Koordinator Relawan Ambulans Sulteng, Hendly Mangkali, menyampaikan apresiasi terhadap manfaat layanan ambulans gratis yang telah dirasakan masyarakat. Salah satunya membantu perjalanan pasien dan keluarga dari Kendari menuju Morowali.
Baca Juga: Fraksi PKS DPRD Sulteng Potong Gaji Demi Sumatera! Wiwik Jumatul Rofiah Pimpin Donasi Kemanusiaan
Menurut Hendly, kehadiran ambulans gratis menjadi harapan bagi masyarakat yang sedang berada dalam kondisi sulit dan membutuhkan penanganan cepat.
Podcast berlangsung hangat dan interaktif, membahas nilai kemanusiaan, solidaritas sosial, hingga pentingnya kolaborasi relawan dalam membantu masyarakat tanpa memandang latar belakang. (Mg2)
Editor : Rony Sandhi