Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

BMKG: Potensi Hujan Lebat Masih Tinggi di Sulteng

Mugni Supardi • Minggu, 12 April 2026 | 09:14 WIB
Bencana tanah longsor terjadi di Desa Tombos, Kecamatan Balantak Selatan, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Sabtu (11/4/2026).(DOK BPBD SULTENG)
Bencana tanah longsor terjadi di Desa Tombos, Kecamatan Balantak Selatan, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Sabtu (11/4/2026).(DOK BPBD SULTENG)

RADARPALU – Bencana tanah longsor terjadi di Desa Tombos, Kecamatan Balantak Selatan, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Sabtu (11/4/2026) sekitar pukul 13.00 WITA. Peristiwa ini dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut.

Berdasarkan laporan TRC dan Pusdalops BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, longsor mengakibatkan akses jalan penghubung Desa Tombos – Desa Lonas (Kecamatan Mantoh) tertutup material tanah.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini berdampak pada terganggunya mobilitas warga di wilayah tersebut.

Baca Juga: Toleransi Jadi Warisan Luhur, FKUB Sulteng Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Usia ke-62

Secara kronologis, hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak siang hari memicu pergerakan tanah hingga akhirnya longsor menutup badan jalan utama antar desa.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut kondisi cuaca di wilayah Sulawesi Tengah memang sedang mendukung terbentuknya hujan lebat.

Dalam analisis sementara, terdapat fenomena Rossby Ekuatorial serta anomali suhu muka laut yang hangat, yang memperkuat pertumbuhan awan konvektif.

Baca Juga: Butuh 5 Hari Evakuasi Pendaki Asal Binjai Meninggal Dunia di Gunung Leuser

Selain itu, adanya belokan angin di sejumlah wilayah turut meningkatkan potensi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang.

BMKG melalui Stasiun Meteorologi Mutiara Sis Al-Jufri Palu bahkan telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem pada 11 April 2026 pukul 12.00–18.00 WITA.

Dalam peringatan tiga harian, sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah berstatus waspada hingga siaga terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan angin kencang.

 

Pada 11 April 2026, wilayah seperti Banggai, Parigi Moutong, Tojo Una-una, Morowali, hingga Buol masuk kategori waspada, sementara Poso berstatus siaga.

Sementara itu, pada 12–13 April 2026, potensi cuaca ekstrem masih berlanjut dan meluas ke sejumlah daerah lain, termasuk Kota Palu, Donggala, dan Morowali Utara.

BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah rawan bencana, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak cuaca ekstrem.

Baca Juga: Fenomena Cahaya Aneh di Langit Indonesia Diduga Efek Roket Tiongkok

“Potensi hujan lebat masih dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, hingga puting beliung,” tulis BMKG dalam keterangannya.

Masyarakat juga diminta untuk terus memantau informasi resmi melalui website BMKG, media sosial @cuacasulteng, aplikasi Info BMKG, atau call center 196.(*)

Editor : Mugni Supardi
#longsor Banggai #tanah longsor Tombos #Peringatan Dini BMKG #BMKG Palu #cuaca ekstrem Sulteng