RADARPALU – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Palu terus memperkuat sistem keamanan pangan di daerah melalui kegiatan Advokasi Kabupaten/Kota Pangan Aman yang digelar secara daring, Selasa (7/4/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Keamanan Pangan Terpadu yang bertujuan mendorong peran aktif pemerintah daerah dalam menciptakan sistem keamanan pangan yang berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, BBPOM Palu menekankan bahwa keamanan pangan memiliki kontribusi strategis terhadap berbagai program nasional dan isu global, seperti percepatan penurunan stunting, pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), hingga keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Baca Juga: Kecelakaan di Poso Tewaskan Pelajar, Penumpang Motor Tanpa Helm Meninggal Dunia
Selain itu, keamanan pangan juga dinilai menjadi fondasi penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 melalui peningkatan kesehatan, kesejahteraan, dan daya saing ekonomi masyarakat.
Kegiatan advokasi ini diikuti oleh perwakilan dari sembilan kabupaten di wilayah kerja BBPOM Palu, yakni Buol, Donggala, Morowali, Morowali Utara, Parigi Moutong, Poso, Sigi, Tolitoli, dan Banggai.
Peserta yang hadir berasal dari berbagai instansi, mulai dari Sekretaris Daerah, Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan, hingga Tim Koordinasi Pembinaan dan Pengawasan Obat dan Makanan (TKPPOM).
Baca Juga: PMI Apresiasi Aksi Donor Darah, Semangat Kemanusiaan Terus Digelorakan
Melalui kegiatan ini, BBPOM Palu berharap setiap daerah dapat meningkatkan komitmen dalam membangun sistem pengawasan pangan yang kuat, sehingga mampu menekan risiko keracunan pangan serta menjamin keamanan produk pangan lokal.
Selain melindungi kesehatan masyarakat, upaya ini juga diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk pangan daerah secara berkelanjutan.(*)
Editor : Mugni Supardi