Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

BPBD Sulteng Ungkap Dampak Banjir: Ratusan Rumah Terendam di 10 Desa

Wahono. • Jumat, 3 April 2026 | 21:56 WIB
Petugas BPBD bersama aparat setempat melakukan pendataan dan peninjauan lokasi banjir yang merendam permukiman warga di Kecamatan Sirenja dan Balaesang, Kabupaten Donggala, Jumat (3/4/2026).
Petugas BPBD bersama aparat setempat melakukan pendataan dan peninjauan lokasi banjir yang merendam permukiman warga di Kecamatan Sirenja dan Balaesang, Kabupaten Donggala, Jumat (3/4/2026).

 

 

RADAR PALU – Banjir besar menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (3/4/2026) sore. Hujan deras yang mengguyur sejak siang hari memicu luapan sungai dan merendam ratusan rumah warga di Kecamatan Balaesang dan Sirenja.

 

Di Desa Labean, Kecamatan Balaesang, banjir terjadi sekitar pukul 15.00 WITA. Sungai Mapaga yang meluap setelah diguyur hujan sejak pukul 11.00 WITA menyebabkan sedikitnya 30 rumah warga di Dusun 7 terendam.

 

Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun pengungsian, kejadian ini sempat membuat warga panik.

 

Baca Juga: Longsor Ampana Poso Lumpuhkan Jalur Trans Sulawesi

 

Tak berselang lama, banjir juga meluas ke Kecamatan Sirenja. Sedikitnya 10 desa terdampak, dengan jumlah rumah terendam mencapai ratusan unit.

 

Desa Balentuma menjadi wilayah paling parah dengan 177 rumah terendam, disusul Desa Tompe 150 rumah, Desa Lompio 60 rumah, serta Desa Tanjung Padang sekitar 40 rumah.

 

Selain itu, Desa Dampal dan Tondo masing-masing mencatat 30 rumah terendam. Di Desa Lende Tovea, selain sekitar 35 rumah warga, banjir juga merendam fasilitas umum seperti SDN 3 Lende Tovea dan kantor desa. Sementara beberapa desa lain masih dalam proses pendataan.

 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah bersama BPBD Donggala langsung bergerak cepat melakukan asesmen di lokasi serta berkoordinasi dengan aparat desa setempat.

 

“Langkah awal yang dilakukan adalah pendataan dampak serta koordinasi lintas pihak untuk penanganan cepat,” demikian laporan resmi BPBD.

 

Baca Juga: Bambang Razak: Alat Berat Menuju Kejadian Longsor Jalur Trans Sulawesi Ampana–Poso

 

Meski tidak ada korban jiwa, kebutuhan mendesak mulai diidentifikasi, antara lain normalisasi sungai, pembangunan bronjong, drainase, serta dukungan alat berat untuk mempercepat penanganan.

 

Hingga malam hari, hujan dilaporkan telah berhenti dan kondisi air mulai surut di sejumlah titik. Namun, potensi banjir susulan tetap diwaspadai mengingat intensitas hujan yang masih tinggi di wilayah tersebut.

Editor : Wahono.
#Sirenja Donggala #hujan #banjir #BPBD Sulteng #terdampak bencana