RADAR PALU - Tim dosen Program Studi D III Kebidanan Poso Poltekkes Kemenkes Palu melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui Program Pelatihan SEHATI (Skrining Hipertensi dalam Kehamilan dan Dampak KB Hormonal Terintegrasi) di Desa Lantojaya, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso.
Kegiatan yang digelar pada Kamis (26/2/2026) tersebut diikuti oleh 10 kader posyandu, bidan koordinator Puskesmas Mapane, bidan desa Lantojaya, mahasiswa, serta tim pengabdian masyarakat dari Poltekkes Kemenkes Palu.
Ketua Program Studi D III Kebidanan Poso, Fransisca Noya, mengatakan program pelatihan SEHATI bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu terkait skrining hipertensi pada ibu hamil serta dampak penggunaan kontrasepsi hormonal bagi akseptor KB.
“Program pelatihan SEHATI ini akan dilaksanakan dalam tiga tahap. Tahap pertama berupa pelatihan mengenai efek samping penggunaan KB hormonal bagi akseptor KB,” ujarnya.
Pada tahap berikutnya, kader akan mendapatkan pelatihan mengenai skrining hipertensi dalam kehamilan, sementara tahap ketiga berupa pendampingan serta penilaian keterampilan kader saat melakukan skrining dan edukasi kepada masyarakat.
Kegiatan pengabdian masyarakat tahap pertama diawali dengan pembagian leaflet dan kuesioner pre-test, dilanjutkan pemaparan materi mengenai dampak penggunaan KB hormonal.
Setelah itu, para kader mengikuti sesi demonstrasi edukasi, di mana setiap kader diminta mempraktikkan penyampaian informasi terkait dampak KB hormonal kepada masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi serta post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan kader setelah mengikuti pelatihan.
Salah seorang kader posyandu, Arini, mengaku kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi para kader di desa.
“Pengetahuan kami bertambah tentang dampak KB hormonal. Selain itu keterampilan kami dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat juga meningkat,” ujarnya.
Bidan Koordinator Puskesmas Mapane, Madinah, dalam closing statement menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut.
Menurutnya, kader posyandu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di desa sekaligus perpanjangan tangan tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.
“Karena itu kegiatan seperti ini sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader,” katanya.
Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut juga mendapat dukungan dari Puskesmas Mapane dan Pemerintah Desa Lantojaya.(acm)
Editor : Mugni Supardi