Pesan itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan organisasi di Pura Jagat Natha Toini, kemarin.
Menurutnya, kontribusi generasi muda sangat dibutuhkan untuk memperkuat pembangunan sosial, ekonomi, dan kerukunan masyarakat di Poso. Ia menilai mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen ide dan inovasi.
Baca Juga: Masih Tinggal di Huntara, BPBD Palu Tegaskan Huntap Hanya untuk Warga yang Punya Alas Hak
Kepada kader Keluarga Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) Cabang Poso, Soeharto menegaskan pentingnya keterlibatan aktif dalam berbagai program kemasyarakatan yang selaras dengan visi pembangunan daerah.
“Jangan hanya menjadi penonton. Tetapi jadilah aktor yang berkontribusi nyata dalam membangun sosial ekonomi, dan kerukunan yang sejalan dengan visi Poso Maju,” ucapnya.
Ia juga mengapresiasi pelaksanaan Sabha III PC KMHDI Poso sebagai forum strategis organisasi untuk melakukan evaluasi dan merumuskan langkah ke depan.
Baca Juga: Saat Phishing Makin Marak, IPOT Perkenalkan xRDN dengan Imbal Hasil Sekitar 2 Persen
“Forum Sabha ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum penting untuk mengevaluasi, merumuskan ide, dan memilih kepemimpinan baru demi kemajuan organisasi dan daerah,” ujarnya.
Soeharto berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan kepemimpinan baru yang progresif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya generasi muda Hindu di Poso.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga toleransi dan moderasi beragama sebagai fondasi utama kehidupan masyarakat yang majemuk.
Baca Juga: Jasa Raharja Gandeng Komunitas Ojol, Perkuat Budaya Keselamatan dan Layanan Asuransi
Menurutnya, keberagaman yang terpelihara dengan baik akan menjadi kekuatan besar dalam mendorong kemajuan daerah dan memperkuat persatuan warga. (*)
Editor : Agung Sumandjaya