RADAR PALU – Pemerintah Kabupaten Sigi menegaskan komitmennya dalam pemenuhan hak penyandang disabilitas dan orang terdampak kusta dengan mengukuhkan Forum Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM) Kabupaten Sigi, Selasa (23/12).
Pengukuhan ini menjadi langkah konkret menghadirkan layanan rehabilitasi yang inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan berbasis kekuatan masyarakat.
Forum RBM dikukuhkan melalui kerja sama Pemkab Sigi dan Karsa Institute, dengan dukungan program LNR-BEN. Forum ini diharapkan mampu memperluas akses layanan kesehatan, pendidikan, sosial, hukum, politik, hingga ekonomi bagi kelompok rentan melalui pelibatan masyarakat dan organisasi nonpemerintah.
Adapun susunan Forum RBM Kabupaten Sigi periode 2026–2028 seluruhnya berasal dari kalangan penyandang disabilitas. Forum ini diketuai oleh Agus, yang juga menjabat sebagai Ketua Penyandang Disabilitas Kabupaten Sigi. Sementara posisi sekretaris diemban oleh Herman, dan Salmia dipercaya sebagai bendahara Forum RBM.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Sigi, Anwar, menyebut Forum RBM sebagai terobosan penting dan yang pertama di Sulawesi Tengah. Menurutnya, kehadiran forum ini menjadi lonjakan besar dalam upaya pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas dan orang terdampak kusta.
“Forum ini yang pertama di Sulawesi Tengah, bahkan mungkin di Sulawesi. Ini lompatan luar biasa dan sangat membantu pemerintah daerah dalam memenuhi hak-hak kelompok berkebutuhan khusus,” ujar Anwar.
Ketua Dewan Penasihat Karsa Institute, Rahmat Saleh, menjelaskan rehabilitasi berbasis masyarakat merupakan pendekatan global yang didorong WHO sejak 1970-an.
Pendekatan ini dinilai lebih adaptif dibanding rehabilitasi berbasis institusi, terutama bagi negara berkembang dengan keterbatasan sumber daya.
Ketua Forum RBM Kabupaten Sigi, Agus, memaparkan lima program prioritas yang akan dijalankan mulai 2026, di antaranya pendataan anak dan remaja disabilitas serta kusta, advokasi hak, kampanye penghapusan stigma, pembentukan forum anak disabilitas di desa, dan pelatihan keterampilan.
Saat ini, program LNR-BEN telah berjalan di tujuh desa pada tiga kecamatan di Kabupaten Sigi sebagai fondasi awal pembangunan masyarakat yang inklusif dan berkeadilan.
Editor : Wahono.