Penanaman dilakukan di empat lokasi berbeda: Tahura Kapopo, Ngatabaru dan Loru di Kabupaten Sigi, Kawasan Poboya, Kawatuna di Kota Palu, serta Desa Oncone Raya di Kabupaten Parigi.
Gerakan ini menjadi wujud komitmen lintas wilayah dalam menjaga kelestarian hutan serta memperkuat langkah mitigasi menghadapi krisis iklim. Total 1.300 bibit ditanam dalam kegiatan tersebut, terdiri dari 600 pohon cendana, 200 bibit kopi, dan 500 mangrove.
Baca Juga: Pemda Dorong Masjid Raya Baitul Khairaat jadi Tempat Wisata Religi di Sulteng
Di Tahura Kapopo, Desa Ngata Baru, Kecamatan Sigi Biromaru, kegiatan diikuti 65 peserta dari unsur pemerintah, akademisi, komunitas, dan kelompok masyarakat.
Sementara di Oncone Raya Parigi, bibit mangrove menjadi pilihan utama karena karakter wilayah pesisir yang membutuhkan penguatan ekosistem demi mencegah abrasi.
Koordinator kegiatan, Urib, menyebut aksi penanaman serentak ini sebagai bentuk kolaborasi untuk menghadapi pemanasan global.
“Ini adalah gerakan berkelanjutan yang melibatkan semua pihak. Kesadaran lingkungan tidak akan tumbuh tanpa aksi nyata,” ujarnya.
Kepala UPTD Tahura Sulteng, Edy Sitorus, menegaskan bahwa bibit yang ditanam memiliki nilai ekologis penting bagi keberlanjutan hutan di Sulawesi Tengah. Ia mengajak masyarakat untuk turut merawatnya agar manfaat lingkungan dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Menjaga hutan berarti menjaga stabilitas iklim dan kualitas udara untuk generasi mendatang,” kata Edy.
Baca Juga: BEI Sulteng Genjot Literasi dan Galeri Investasi untuk Target Pertumbuhan Investor di 2026
Ia juga menambahkan bahwa pohon-pohon tersebut merupakan investasi ekologis yang harus dirawat bersama. Lewat aksi ini, peserta juga dikenalkan dengan pohon-pohon endemik Sulawesi Tengah seperti kayu amara dari Tolitoli dan kayu linggua dari Buol.
Kegiatan ini diinisiasi ROA dan mendapat dukungan Yayasan Kehati melalui program Solusi Pengelolaan Lanskap Darat dan Laut Terpadu (SOLUSI), yang merupakan kerja sama Bappenas dan Pemerintah Jerman (BMUV). (*/agg)
Editor : Agung Sumandjaya