Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Lalampa Toboli Resmi Jadi KIK: Peluang Emas Gastronomi Parigi Moutong Dibuka Lebar

Talib • Jumat, 21 November 2025 | 13:01 WIB

Penyerahan sertifikat KIK Lalampa Toboli kepada Bupati Parigi Moutong dalam Festival Teluk Tomini 2025, Kamis (20/11).
Penyerahan sertifikat KIK Lalampa Toboli kepada Bupati Parigi Moutong dalam Festival Teluk Tomini 2025, Kamis (20/11).

RADAR PALU - Penetapan Lalampa Toboli sebagai Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) oleh Kanwil Kemenkumham Sulawesi Tengah tak hanya menjadi pengakuan budaya, tetapi juga membuka pintu peluang bisnis baru bagi daerah.

Status hukum ini mempertegas identitas kuliner khas Kabupaten Parigi Moutong, sekaligus memberi dasar kuat bagi pemerintah daerah dan pelaku UMKM untuk memperluas pasar secara lebih agresif dan terlindungi.

Seremoni penyerahan sertifikat dilakukan dalam rangkaian Festival Teluk Tomini 2025, Kamis (20/11), oleh Kepala Bidang Kekayaan Intelektual Aida Julpha Tangkere kepada Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase.

Momentum ini menandai langkah strategis pemerintah dalam memanfaatkan kekayaan kuliner sebagai instrumen pertumbuhan ekonomi lokal.

Inilah Lalampa Toboli yang sudah memiliki sertifikat KIK dari Kemenkum.
Inilah Lalampa Toboli yang sudah memiliki sertifikat KIK dari Kemenkum.

Lalampa Toboli berupa ketan isi ikan tuna atau tongkol yang dibakar dalam balutan daun pisang, telah lama menjadi ikon rasa masyarakat Toboli.

Aroma asap dari proses pembakaran menjadi pembeda yang kuat dari lemper dan menjadi daya tarik wisatawan. Nilai tradisi itulah yang kemudian memenuhi seluruh unsur penilaian KIK.

“Lalampa memiliki nilai tradisi yang diwariskan turun-temurun dan menjadi praktik komunal. Karena itu, ia layak mendapatkan status KIK,” jelas Aida Julpha Tangkere.

Status ini memberikan perlindungan dari klaim budaya pihak lain serta memastikan identitas Lalampa tetap dimiliki masyarakat Toboli dan Parigi Moutong. Bagi dunia usaha, payung hukum ini berarti kepastian dalam pengembangan produk, branding, hingga ekspansi pasar.

Kepala Kanwil Kemenkumham Sulteng, Rakhmat Renaldy, menekankan pentingnya memanfaatkan momentum ini sebagai strategi ekonomi baru sektor kuliner.

“Lalampa Toboli memiliki potensi besar sebagai ikon wisata gastronomi Sulawesi Tengah. Dengan pelindungan KIK, identitasnya tetap terjaga dan dapat dimaksimalkan menjadi peluang ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Dengan legitimasi KIK, pemerintah daerah kini memiliki ruang lebih luas untuk mendorong UMKM mengembangkan Lalampa Toboli ke pasar nasional hingga internasional.

Mulai dari standarisasi rasa, pengemasan modern, hingga strategi pemasaran digital, seluruhnya kini bisa dilakukan tanpa mengorbankan identitas tradisional.

Penetapan ini sekaligus menjadi contoh bagaimana kuliner lokal dapat menjadi motor ekonomi kreatif bila didukung kebijakan perlindungan yang kuat.

Lalampa Toboli resmi bukan hanya warisan rasa, tetapi juga aset bisnis baru bagi Parigi Moutong. ***

Editor : Talib
#parigi moutong #Gastronomi #kuliner nusantara #kik #lalampa toboli