RADAR PALU – Program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase dan Abdul Sahid, tengah menjadi perhatian publik. Sejumlah program strategis memang telah digulirkan untuk memperkuat pelayanan publik dan pembangunan daerah.
Namun, penertiban pertambangan emas tanpa izin (PETI) menjadi isu paling disorot karena hingga kini persoalan tersebut belum juga menemukan titik penyelesaian.
Kritik dari aktivis lingkungan, akademisi, hingga pemerhati pembangunan daerah terus bermunculan.
Mereka menilai komitmen pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan PETI masih jauh dari harapan. Isu ini pun semakin ramai dibicarakan, baik di ruang publik maupun di media sosial.
Menyikapi kondisi tersebut, Laskar Keadilan melalui ketuanya, Mohammad Tamsil Tamrin, mengeluarkan imbauan agar masyarakat tetap menjaga keamanan dan ketertiban di tengah berbagai sorotan terhadap pemerintah daerah.
“Kami Laskar Keadilan menyampaikan imbauan ini sebagai langkah pencegahan agar tidak muncul konflik maupun tindakan anarkis yang bisa mengganggu stabilitas keamanan di Parigi Moutong,” tegas Tamsil dalam keterangan resminya.
Ia mengingatkan, dalam situasi yang penuh dinamika seperti saat ini, penyebaran informasi melalui media sosial sangat cepat dan seringkali tidak terverifikasi.
Karena itu, masyarakat diminta untuk lebih berhati-hati sebelum membagikan berita yang belum jelas kebenarannya.
“Verifikasi informasi itu penting agar kita tidak terjebak menyebarkan hoaks. Berita palsu justru bisa memperkeruh suasana dan merugikan masyarakat sendiri,” tambahnya.
Lebih lanjut, Tamsil berharap seluruh elemen masyarakat dapat berkontribusi menjaga suasana damai, sambil tetap menyampaikan aspirasi secara konstruktif. Menurutnya, kritik memang bagian dari demokrasi, tetapi harus disalurkan dengan cara yang bermartabat tanpa menimbulkan keresahan sosial.
Dalam kesempatan yang sama, ia juga menyampaikan harapan besar terhadap kiprah organisasi yang dipimpinnya. Melalui Kongres ke-2 Laskar Keadilan, Tamsil menargetkan agar organisasi tersebut semakin solid dan mampu membawa dampak positif bagi perkembangan Parigi Moutong, baik dalam hal sosial, hukum, maupun pembangunan daerah.
“Kami ingin Laskar Keadilan hadir bukan hanya sebagai wadah kritik, tetapi juga sebagai mitra strategis yang bisa memberi kontribusi nyata untuk kemajuan daerah,” ujarnya.
Editor : Wahono.