RADAR PALU - Tak hanya menjadi panggung budaya, Festival Tampo Lore VI di Poso Sulawesi Tengah juga menjadi ajang edukasi ekonomi dan penguatan UMKM.
Bank Indonesia hadir memberikan literasi keuangan dan strategi pemberdayaan ekonomi desa.
Irfan Azmi Al-Hayat, pejabat BI, menjelaskan bahwa tugas utama lembaganya adalah menciptakan ekosistem UMKM yang sehat melalui stabilitas makroekonomi dan digitalisasi sistem pembayaran.
Baca Juga: Pemprov Sulteng Siap Cairkan 2.000 Beasiswa Berani Cerdas
“BI tidak menyalurkan kredit langsung, tapi memastikan biaya produksi tetap stabil dan transaksi UMKM makin mudah lewat QRIS dan digital payment,” ujar Irfan, Sabtu (28/6).
Pembicara kedua, Andi Sabirin Baso, menekankan peran BI dalam mempromosikan UMKM hingga tingkat internasional.
Ia mencontohkan perajin tenun Towale yang kini tercatat di rekor MURI berkat dukungan BI. Bantuan juga menyasar wilayah seperti Kabalutan dan Danau Paisupok.
Baca Juga: Hasil Pemetaan Karantina Sulteng: Ikan Endemik Danau Poso Terancam oleh Ikan Bersifat Invasif
Trisno Siswoyo, pembicara ketiga, menyebut bahwa kurasi ketat diterapkan agar bantuan tepat sasaran. Ia juga mendorong perajin mengoptimalkan pemasaran digital.
Para kepala desa seperti dari Bariri dan Baleura pun mengajukan usulan pelatihan wisata, bantuan gazebo, dan fasilitasi produk lokal.
BI menyatakan akan menindaklanjuti aspirasi tersebut melalui evaluasi lanjutan. (who)
Editor : Wahono.