RADAR PALU – Sebuah video yang memperlihatkan sisi humanis personel Jatanras Polda Kalimantan Timur (Kaltim) viral di media sosial. Dalam video tersebut, polisi melepas sementara borgol seorang tersangka agar dapat memeluk anak dan istrinya yang datang menjenguk.
Video yang diunggah akun Instagram @sahabatpropam itu menuai banyak apresiasi dari masyarakat. Warganet menilai tindakan aparat tersebut menunjukkan empati tanpa mengesampingkan prosedur pengamanan terhadap tersangka.
Sebelum borgol dilepas, salah seorang anggota polisi memberikan arahan kepada tersangka agar tetap bersikap kooperatif.
Baca Juga: MUI Palu Respons Polemik Warung Makan Nonhalal di Tondo, Minta Persoalan Diselesaikan Secara Bijak
"Ini kan ada keluarga kamu, ada anakmu di depan. Jangan aneh-aneh, kooperatif. Kita buka dulu borgolnya, karena di depan ada anakmu. Jangan sampai dia melihat tangan bapaknya terborgol."
Petugas kemudian menegaskan bahwa pelepasan borgol dilakukan sebagai bentuk keringanan dengan syarat tersangka tetap mematuhi seluruh prosedur yang berlaku.
"Karena polisi sudah memberikan keringanan, kami harap kamu kooperatif. Tidak melakukan tindakan-tindakan yang di luar prosedural. Bisa kita lepas borgolmu?"
Baca Juga: Pertamina Raih Penghargaan JawaPos.com Digital Excellence Awards 2026 untuk Komunikasi Keberlanjutan
Setelah borgol dibuka, polisi mempersilakan tersangka menemui keluarganya.
"Kamu peluk anakmu. Peluk keluargamu. Jangan aneh-aneh ya. Nanti temuin keluargamu ya."
Momen tersebut berlangsung emosional. Tersangka tampak memeluk anak dan istrinya sambil menahan tangis. Dengan suara bergetar, ia berkata, "Masya Allah... maaf, nangis."
Melihat hal itu, petugas berusaha menenangkan tersangka.
"Santai aja, enggak apa-apa. Yang penting bisa percaya ya."
Aksi humanis personel Jatanras Polda Kaltim itu pun menuai banyak komentar positif dari warganet. Salah satu komentar yang mendapat perhatian datang dari akun @almahdirafardhanakbar.
Baca Juga: Polisi Masih Kejar Terduga Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga, Pencarian Diperluas ke Luar Sulteng
"Good job komandan @sheza_439, sehat selalu. Tetap hati yang berbicara, kalau tersangka kooperatif kita juga baik, begitupun sebaliknya."
Hingga kini, video tersebut terus beredar luas di berbagai platform media sosial dan menjadi perbincangan publik. Banyak warganet berharap pendekatan humanis seperti itu dapat terus diterapkan dalam penegakan hukum, selama tetap mengutamakan keamanan dan prosedur yang berlaku.***
Editor : Muhammad AwaludinSumber : Instagram@sahabatpropam