Pertamina Operasikan Perdana Ship to Ship Kolonodale, Perkuat Distribusi Biosolar B50 di Sulawesi

Rony Sandhi • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 16:05 WIB
Pertamina memperkuat sistem logistik energi dan menjamin kelancaran distribusi Biosolar B50 di kawasan timur Sulawesi.(Dokumentasi Pertamina)
Pertamina memperkuat sistem logistik energi dan menjamin kelancaran distribusi Biosolar B50 di kawasan timur Sulawesi.(Dokumentasi Pertamina)

RADAR PALU – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi resmi mengoperasikan fasilitas Ship to Ship (STS) di Kolonodale, Kabupaten Morowali Utara, sebagai langkah strategis memperkuat sistem logistik energi dan menjamin kelancaran distribusi Biosolar B50 di kawasan timur Sulawesi.

Pengoperasian perdana STS ditandai dengan sandarnya kapal induk (mother ship) MT Marlin 88 berkapasitas 35.000 DWT pada 24 Juli 2026. 

Sebelumnya, pada 18 Juli 2026, Pertamina telah melakukan suplai perdana menggunakan MT Overseas Petromar yang mengangkut masing-masing 15.000 kiloliter (KL) Biosolar dan 15.000 KL Solar. Distribusi kemudian dilanjutkan melalui shuttle ship MT Jasmin XXXVII pada 22 Juli 2026.

Baca Juga: Kolaborasi Pertamina Trans Kontinental dan Warga Selamatkan Pantai Tangkoko dari Sampah Plastik

Pada tahap awal, sebanyak 3.100 KL Biosolar B50 disalurkan untuk memenuhi kebutuhan Fuel Terminal (FT) Kolonodale, FT Moutong, dan FT Poso.

Ke depan, STS Kolonodale akan menjadi salah satu simpul utama distribusi BBM yang melayani FT Poso, FT Moutong, Integrated Terminal (IT) Gorontalo, FT Kolonodale, IT Kendari, FT Luwuk, FT Banggai, FT Sanana, FT Labuha, hingga FT Ternate. Estimasi volume penyaluran dari fasilitas tersebut mencapai sekitar 79.978 KL setiap bulan.

Keberadaan fasilitas STS memberikan fleksibilitas lebih besar dalam proses distribusi BBM melalui mekanisme alih muat dari kapal induk ke kapal pengangkut. Sistem ini dinilai mampu meningkatkan efektivitas pengiriman ke terminal-terminal tujuan sekaligus memperkuat keandalan rantai pasok energi di kawasan timur Sulawesi.

Baca Juga: Pertamina Pastikan Kebutuhan BBM Masyarakat Sulawesi Terpenuhi Setiap Hari

Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan pengoperasian STS Kolonodale merupakan bagian dari pengembangan infrastruktur logistik energi yang terus dilakukan perusahaan.

"Pengoperasian perdana STS Kolonodale menjadi salah satu langkah strategis Pertamina dalam memperkuat jaringan distribusi energi di Sulawesi. Dengan dukungan fasilitas ini, proses penyaluran Biosolar B50 menuju berbagai terminal dapat berlangsung lebih efektif sehingga kebutuhan masyarakat di wilayah layanan dapat terpenuhi dengan lebih baik," ujar Lilik.

Ia menambahkan, seluruh operasional STS dijalankan dengan menerapkan standar HSSE (Health, Safety, Security & Environment) guna memastikan aspek keselamatan, keamanan, dan keandalan distribusi tetap terjaga.

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Sesuaikan Harga BBM Non Subsidi, Berlaku Mulai 1 Juli 2026

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi juga akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap operasional STS sebagai bagian dari upaya meningkatkan keandalan sistem logistik energi di Sulawesi.

Masyarakat diimbau tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pasokan BBM karena Pertamina memastikan stok dan distribusi tetap terjaga. Perusahaan juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan panic buying serta menggunakan energi secara bijak sesuai kebutuhan. 

Apabila terdapat kendala atau dugaan penyimpangan dalam distribusi BBM, masyarakat dapat menyampaikan laporan melalui Pertamina Customer Solution (PCS) 135 untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.(***)

 

Editor : Rony Sandhi
Biosolar B50 Logistik Energi Sulawesi Timur distribusi bbm pertamina