Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

IKA PMII Sulteng Dorong Penguatan NU sebagai Kekuatan Sipil Pembangun Peradaban

Rony Sandhi • Jumat, 17 Juli 2026 | 19:55 WIB
DISKUSI : Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang juga Dewan Pakar PB IKA PMII, Prof. Khamami (kanan) hadir dalam diskusi roundtable menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35.(Istimewa)
DISKUSI : Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang juga Dewan Pakar PB IKA PMII, Prof. Khamami (kanan) hadir dalam diskusi roundtable menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35.(Istimewa)

RADAR PALU – Pengurus Wilayah Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PW IKA PMII) Sulawesi Tengah menggelar diskusi roundtable menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 yang akan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Agustus mendatang.

Diskusi tersebut menghadirkan Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sekaligus Dewan Pakar PB IKA PMII, Prof. Khamami, yang mengangkat tema "NU sebagai Kekuatan Sipil untuk Membangun Peradaban".

Dalam pemaparannya, Prof. Khamami menegaskan bahwa Indonesia saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari polarisasi politik, intoleransi, krisis lingkungan, hingga ketimpangan sosial. Kondisi tersebut, menurutnya, membutuhkan kekuatan masyarakat sipil yang mampu menjadi perekat bangsa.

Baca Juga: FORMA PMII Sulteng Menggelar Diskusi Publik Memperingati HUT Bhayangka

"NU memiliki posisi yang sangat strategis sebagai organisasi masyarakat sipil terbesar di Indonesia. Perannya tidak hanya di bidang keagamaan, tetapi juga sebagai pilar pembangunan peradaban," ujarnya.

Ia menjelaskan, selama ini NU telah menunjukkan kontribusi nyata dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), memperkuat demokrasi, serta mengembangkan nilai-nilai Islam moderat (wasathiyah), toleran (tasamuh), seimbang (tawazun), dan adil (i'tidal). Nilai-nilai tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang damai, inklusif, dan berkeadaban.

Menurut Prof. Khamami, ukuran kemajuan peradaban tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi dan perkembangan teknologi, tetapi juga kualitas moral, pendidikan, serta kemampuan masyarakat menghargai keberagaman.

Baca Juga: IKA PMII Sulteng Nilai DBH Tak Sebanding dengan Dampak Industri, Desak Pusat Berlaku Adil

Melalui jaringan pesantren, lembaga pendidikan, dan berbagai aktivitas sosial, NU dinilai telah berkontribusi besar dalam membentuk sumber daya manusia yang berkarakter, berakhlak, serta memiliki komitmen kuat terhadap kebangsaan.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan peran NU dalam merespons berbagai isu kontemporer, seperti transformasi digital, kecerdasan buatan (AI), perubahan iklim, ketahanan pangan, hingga pemberdayaan ekonomi umat. Kekuatan sipil yang dimiliki NU, katanya, harus mampu menjadi motor lahirnya inovasi sosial sekaligus mendorong kebijakan publik yang berpihak pada kemaslahatan masyarakat.

"Dengan modal sosial yang besar dan pengalaman sejarah yang panjang, NU memiliki kapasitas menjadi lokomotif peradaban Indonesia. Peran itu akan semakin kuat jika NU terus menjaga independensi moral, memperkokoh tradisi keilmuan, serta membangun kolaborasi dengan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat," paparnya.

Baca Juga: IKA PMII Sulteng Siap Gugat Kepmen ESDM 157/2026, Perjuangkan Reformulasi DBH demi Keadilan Fiskal

Sementara itu, Sekretaris IKA PMII Sulawesi Tengah menyampaikan bahwa diskusi tersebut bertujuan membangun literasi dan memperkaya gagasan menjelang Muktamar NU ke-35. Forum itu diharapkan menjadi ruang intelektual untuk merumuskan arah, strategi, serta rekomendasi bagi perjalanan organisasi NU pada periode kepengurusan mendatang.

Selain itu, diskusi juga menjadi wadah menghimpun aspirasi akademisi, cendekiawan, dan warga NU guna memperkuat posisi NU sebagai kekuatan masyarakat sipil yang mampu menjawab tantangan di tingkat lokal, nasional, maupun global.

Melalui forum tersebut, PW IKA PMII Sulawesi Tengah berharap lahir berbagai rekomendasi strategis yang dapat memperkuat peran NU dalam membangun peradaban Indonesia yang religius, demokratis, adil, maju, dan tetap berpijak pada nilai-nilai kebangsaan.(*)

Editor : Rony Sandhi
Muktamar NU 2026 IKA PMII Sulawesi Tengah Nahdlatul Ulama Prof Khamami Organisasi Masyarakat Sipil