Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Jam'iyyah SD Islam Al Azhar 63 Palu Salurkan Bantuan untuk Penyintas Gempa di Sigi

Rony Sandhi • Minggu, 28 Juni 2026 | 20:38 WIB
PEDULI BENCANA : Melalui aksi sosial Jam
PEDULI BENCANA : Melalui aksi sosial Jam'iyyah Peduli Gempa Sulawesi Tengah, pada Sabtu (27/6/2026).(Dokumentasi SD Islam Al Azhar 63 Palu)

RADAR PALU – Semangat kemanusiaan yang melampaui perbedaan agama dan latar belakang kembali ditunjukkan melalui aksi sosial Jam'iyyah Peduli Gempa Sulawesi Tengah. Pada Sabtu (27/6/2026), Jam'iyyah SD Islam Al Azhar 63 Palu menyalurkan bantuan kepada warga terdampak gempa di RT 04 Dusun I, Desa Rejeki, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi.

Sebanyak 50 paket sembako dan 50 paket makanan anak diserahkan kepada 50 kepala keluarga (KK) penyintas gempa. Penyaluran bantuan dipusatkan di Halaman Gereja Bala Keselamatan Pos Pelayanan Salumpondo dan dihadiri Ketua Bidang Sosial Jam'iyyah SD Islam Al Azhar 63 Palu, Noor Rizqa Novianty, S.Si, bersama jajaran pengurus serta didampingi Kepala Desa Rejeki, Dedan Lampekui.

Pengurus Jam'iyyah SD Islam Al Azhar 63 Palu, Melinda Christiana, mengatakan bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian kemanusiaan tanpa membedakan agama, suku maupun latar belakang masyarakat penerima.

Baca Juga: Komunitas TAMEME Salurkan Bantuan Kemanusiaan ke Dusun Terpencil Korban Gempa di Sigi

"Musibah adalah duka kita bersama. Karena itu, kepedulian kepada sesama tidak boleh dibatasi oleh perbedaan keyakinan. Kami datang bukan melihat siapa yang dibantu, tetapi melihat siapa yang membutuhkan. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang menghadapi cobaan," ujarnya.

Dusun I Desa Rejeki menjadi salah satu wilayah yang mengalami kerusakan cukup parah akibat gempa. Berada di kawasan perbukitan dengan akses jalan yang terjal dan sulit dilalui kendaraan, distribusi bantuan menuju lokasi tersebut tidak mudah dilakukan.

Kondisi itu menyebabkan masyarakat di dusun yang mayoritas beragama Kristiani tersebut belum banyak menerima bantuan dibandingkan wilayah lain yang aksesnya lebih mudah dijangkau.

Baca Juga: BSI Maslahat Salurkan Bantuan Rp50 Juta untuk Korban Gempa di Sigi

Selain menyalurkan bantuan, rombongan Jam'iyyah SD Islam Al Azhar 63 Palu juga mengunjungi SD Inpres Rejeki Kelas Jauh Salumpondo untuk melihat kondisi sekolah pascagempa sekaligus memberikan dukungan moral kepada guru dan para siswa.

Mereka juga mendatangi sejumlah rumah warga yang mengalami kerusakan akibat gempa guna melihat langsung kondisi para penyintas serta mendengarkan kebutuhan yang masih diperlukan masyarakat.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Jam'iyyah Peduli Gempa Sulawesi Tengah agar kepedulian tidak berhenti pada penyaluran bantuan semata, tetapi juga menghadirkan empati, perhatian, dan dukungan moral bagi masyarakat yang sedang berjuang memulihkan kehidupan.

Baca Juga: Wujud Kepedulian, Kakanwil Ditjen Imigrasi Sulteng Salurkan Bantuan bagi Korban Gempa di Sigi

Kepala Desa Rejeki, Dedan Lampekui, menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang diberikan Jam'iyyah SD Islam Al Azhar 63 Palu.

"Kami sangat bersyukur atas perhatian yang diberikan. Akses menuju dusun ini memang cukup sulit sehingga bantuan tidak selalu mudah masuk. Kehadiran Jam'iyyah SD Islam Al Azhar 63 Palu menjadi penyemangat bagi warga kami. Bantuan ini menunjukkan bahwa rasa kemanusiaan mampu menyatukan kita semua tanpa memandang perbedaan agama maupun latar belakang," ungkapnya.

Aksi sosial tersebut menjadi bukti bahwa nilai-nilai toleransi, gotong royong, dan persaudaraan dapat diwujudkan melalui tindakan nyata. Bantuan dari sebuah sekolah Islam kepada masyarakat yang mayoritas beragama Kristiani menjadi pesan kuat bahwa kemanusiaan selalu berada di atas segala perbedaan.

Baca Juga: Pasca Gempa Sigi, BPBD Telusuri Informasi Genangan Air di Area Longsor

Melalui program Jam'iyyah Peduli Gempa Sulawesi Tengah, Jam'iyyah SD Islam Al Azhar 63 Palu berharap semangat saling membantu terus tumbuh di tengah masyarakat. Di tengah musibah, yang paling dibutuhkan bukan hanya bantuan materi, tetapi juga kehadiran, kepedulian, dan rasa persaudaraan agar para penyintas memiliki harapan untuk bangkit kembali.(*)

Editor : Rony Sandhi
#Jam'iyyah SD Islam Al Azhar 63 Palu Gempa Sigi Bantuan Kemanusiaan Desa Rejeki Palolo Toleransi Antarumat Beragama