Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

IMIP Libatkan Petani Lokal dalam Rantai Pasok Industri, Pendapatan Kelompok Tani Tembus Ratusan Juta

Rony Sandhi • Senin, 4 Mei 2026 | 16:35 WIB
Memperkuat kemandirian ekonomi petani lokal di Kabupaten Morowali melalui kemitraan strategis dengan kawasan industri.(Dokumentasi PT IMIP)
Memperkuat kemandirian ekonomi petani lokal di Kabupaten Morowali melalui kemitraan strategis dengan kawasan industri.(Dokumentasi PT IMIP)

RADAR PALU – PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) terus mendorong pembangunan berkelanjutan dengan mengintegrasikan prinsip sosial dalam program pemberdayaan masyarakat. Salah satu fokus utamanya adalah memperkuat kemandirian ekonomi petani lokal di Kabupaten Morowali melalui kemitraan strategis dengan kawasan industri.

Program ini tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dari strategi keberlanjutan industri, sekaligus menciptakan tata kelola yang bertanggung jawab dan inklusif.

Head of Department CSR PT IMIP, Tommy Adi Prayogo, menjelaskan bahwa penguatan ekonomi petani lokal menjadi langkah nyata untuk mengurangi kesenjangan sosial antara industri dan masyarakat sekitar.

Baca Juga: PT IMIP Borong 4 Penghargaan Global CSR & ESG Awards 2026 di Bangkok

“Hingga saat ini, tim CSR IMIP terus melakukan pembinaan berkelanjutan, mulai dari teknik budidaya, manajemen kelompok tani, hingga pemenuhan standar kualitas sesuai kebutuhan Central Kitchen kawasan,” ujar Tommy, Senin (4/5/2026).

Menurutnya, pendekatan tersebut juga menyentuh aspek lingkungan dengan mendorong praktik pertanian yang terencana, efisien, dan ramah lingkungan. Selain itu, keterlibatan petani dalam rantai pasok industri memberi kepastian pasar dan transparansi distribusi.

IMIP kini telah menggandeng dua kelompok tani lokal sebagai pemasok bahan pangan, yakni Kelompok Tani Berkah Mombula dan Kelompok Tani Sukamaju.

Baca Juga: Booth IMIP Diserbu Pengunjung, Edukasi Hilirisasi Nikel di Sulteng Expo 2026

Sejak 2022, IMIP telah menjalankan pelatihan sistem pertanian terintegrasi. Pada 2023, program diperkuat melalui pendampingan kelompok tani lewat bantuan sarana, prasarana, serta penguatan akses pasar.

Kelompok Tani Berkah Mombula yang beranggotakan 12 orang mulai menjadi pemasok Central Kitchen PT IMIP sejak 2023 dengan intensitas pengiriman empat hingga lima kali per bulan. Sementara Kelompok Tani Sukamaju yang memiliki 23 anggota mulai memasok sejak April 2025 dengan frekuensi dua hingga tiga kali per bulan.

Secara total, Kelompok Tani Berkah Mombula telah menyuplai 40,28 ton komoditas hortikultura seperti cabai, tomat, dan sayuran hijau. Pendapatan kelompok ini tercatat Rp79,58 juta pada 2023, turun menjadi Rp33,93 juta di 2024, lalu melonjak tajam menjadi Rp485,47 juta pada 2025.

Baca Juga: IMIP Jadi Laboratorium Hidup, Integrasikan Industri dan Pendidikan Cetak SDM Unggul

Adapun Kelompok Tani Sukamaju mencatat total serapan 30,31 ton komoditas dengan pendapatan mencapai Rp311,79 juta sepanjang 2025.

Tommy menegaskan, ke depan IMIP akan terus memperluas jumlah kelompok tani binaan, menjaga praktik pertanian ramah lingkungan, serta memperkuat sistem tata kelola yang transparan dan akuntabel.

“Kami berharap kawasan industri dapat menjadi katalis transformasi ekonomi lokal yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” tutupnya. (*)

Editor : Rony Sandhi
#IMIP Morowali Petani Lokal CSRIMIP Ekonomi Daerah