Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Wali Kota Palu Ancam Copot Pejabat Tak Serius Tangani Kebersihan,  Hadianto: Saya Akan Lebih Keras

Agung Sumandjaya • Rabu, 8 April 2026 | 19:59 WIB
MARAH-MARAH: Wali Kota Palu, Hadianto saat memimpin rapat dengan pejabat OPD dan para lurah. FOTO: REPRO IG.HADIANTORASYIDMARAH-MARAH: Wali Kota Palu, Hadianto saat memimpin rapat dengan pejabat OPD dan para lurah. FOTO: REPRO IG.HADIANTORASYID

RADAR PALU – Hadianto Rasyid kembali melontarkan peringatan keras kepada jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Palu.

Dalam rapat bersama para pejabat di aula Rujab Wali Kota, ia menegaskan akan memperketat pengawasan hingga pencopotan bagi pejabat yang dinilai tidak menjalankan komitmen, terutama terkait kebersihan dan penataan lingkungan.

Pernyataan tersebut muncul di tengah sorotan terhadap kondisi sejumlah wilayah yang dinilai masih jauh dari tertib dan bersih.

Baca Juga: Puting Beliung Hantam Banggai Kepulauan, BMKG: Dipicu Konvergensi Awan

Hadianto secara langsung menyinggung temuan di kawasan Kamonji dan Siranindi yang menurutnya masih dipenuhi sampah dan terlihat kotor.

“Wilayahnya siapa itu. Komiu (kamu) saya berhentikan hari ini baru tobat (taubat) komiu. Saya lebih keras dan akan sering marah-marah.

Semua siaga 1. Saya mau kota ini totalitas berubah,” hardik Hadianto seperti yang terlihat dalam video yang diposting di akun instragram pribadinya, Rabu malam (8/2/2026).

Baca Juga: Pengamat Otomotif Soroti Minimnya Informasi Motor Listrik Emmo yang Dikaitkan dengan BGN

Ia juga menyinggung pakta integritas pejabat eselon II yang dinilai belum dijalankan secara serius. Dalam pernyataannya, Hadianto memberi sinyal tegas bahwa ketidakpatuhan tidak akan lagi ditoleransi.

Tak hanya pejabat, tekanan juga diarahkan hingga ke level kelurahan. Hadianto bahkan menyatakan akan turun langsung melakukan inspeksi, memastikan instruksinya dijalankan tanpa kompromi.

“Besok nanti saya datang ke kelurahan. Jangan memang kamu punya kelurahan masih kacau,” katanya.

Baca Juga: Ketua Pengadilan Negeri Palu I Wayan Sukradana Wafat

Ia juga menginstruksikan agar lurah menyampaikan surat edaran langsung ke masyarakat, bahkan dengan cara door to door untuk membangun kesadaran kolektif soal tanggung jawab lingkungan.

“Tidak ada lagi pedagang. Surat edaran besok disampaikan semua lurah, nanti yang antar ke masyarakat, naik ke satu-satu rumah berikan pemahaman,” tegasnya.

Dalam arahannya, Hadianto menekankan bahwa tidak boleh ada lagi drainase yang terbengkalai, rumput liar, maupun titik-titik kumuh, baik di lingkungan warga maupun kantor pemerintahan, termasuk instansi vertikal.

“Drainasenya tanggung jawab, tidak ada rumput liar-liar itu. Tidak ada lagi titik-titik kumuh yang ada dekat rumah warga, di kantor-kantor, baik itu kantor instansi pemerintah daerah maupun vertikal semua tanggung jawab,” ujarnya.

Ia menilai pendekatan keras menjadi satu-satunya cara untuk mempercepat perubahan di Kota Palu.

“Hanya dengan cara ini baru kota ini bisa cepat berubah. Saya yakin masyarakat Kota Palu mau kita punya kota berubah. Saya nggak mau itu karena satu orang yang malas menyebabkan semua bermasalah,” pungkasnya. (*)

 

Editor : Agung Sumandjaya
#Adipura 2026 #Hadianto Rasyid #kebersihan #kota palu