RADARPALU - Kota Palu, Sulawesi Tengah, tercatat sebagai wilayah dengan suhu maksimum tertinggi di Indonesia dalam 24 jam terakhir berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Dalam rilis resmi BMKG periode 5 April 2026 pukul 07.00 WIB hingga 6 April 2026 pukul 07.00 WIB, suhu di Stasiun Meteorologi Mutiara Sis-Al Jufri Palu mencapai 35,7 derajat Celsius.
Angka tersebut menempatkan Palu di peringkat pertama sebagai daerah terpanas di Indonesia, melampaui sejumlah wilayah lain seperti Subang dan Semarang yang sama-sama mencatat suhu 35,0 derajat Celsius.
Baca Juga: Plafon Terminal 3 Soetta Jebol Saat Hujan Deras, Ini Penjelasan Bandara
Namun BMKG diketahui melakukan kekeliruan dalam penulisan lokasi pada rilis suhu maksimum harian tersebut.
Dalam daftar stasiun pengamatan, Stasiun Meteorologi Mutiara Sis-Al Jufri tercantum berada di Gorontalo, padahal secara administratif stasiun tersebut berada di Kota Palu, Sulawesi Tengah.
"Izin bantu menjawab pak. Seharusnya palu pak. Suhu max (maksimal, red) kemarin 35,7," pesan WhatsApp yang diterima Radar Palu Jawa Pos Group dari Kepala Stasiun Meteorologi Mutiara Sis Al Jufri Palu, Taufik, Senin (6/4/2026).
Baca Juga: Harta Gibran Rakabuming Raka Tembus Rp27,9 Miliar, Properti Jadi Penyumbang Terbesar
BMKG melalui Direktorat Meteorologi Publik menjelaskan bahwa suhu maksimum harian merupakan suhu udara tertinggi yang teramati dalam kurun waktu 24 jam terakhir di setiap stasiun pengamatan.
Selain Palu, wilayah lain yang masuk daftar suhu tertinggi antara lain Majalengka (34,8 derajat Celsius), Kupang (34,6 derajat Celsius), serta beberapa kota di Jawa Tengah dan Kalimantan dengan kisaran suhu 34 hingga 34,4 derajat Celsius.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak suhu panas, seperti dehidrasi dan kelelahan akibat paparan panas berlebih, serta disarankan untuk menjaga kecukupan cairan dan menghindari aktivitas berat di siang hari.
Masyarakat juga diminta untuk terus memantau informasi cuaca resmi dari BMKG guna mengantisipasi perubahan kondisi atmosfer dalam beberapa hari ke depan.(*)
Editor : Mugni Supardi