Kepastian ini disampaikan setelah dirinya meninjau langsung sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Jawa Tengah.
Dalam pemantauan di Sragen dan Karanganyar, Bahlil menegaskan bahwa distribusi bahan bakar minyak (BBM), LPG, hingga infrastruktur pengisian kendaraan listrik berjalan optimal sejak sebelum Hari Raya Idulfitri hingga saat ini.
Baca Juga: Bulgaria Pesta Gol 10-2 atas Kepulauan Solomon, Melaju ke Final FIFA Series
Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari kerja sama antara pemerintah, Satuan Tugas (Satgas) sektor ESDM, serta dukungan masyarakat dalam menjaga stabilitas energi selama masa mudik dan arus balik.
“Semua berjalan baik, mulai dari 10 hari sebelum Lebaran sampai sekarang. Ketersediaan BBM, listrik, dan fasilitas pendukung lainnya dalam kondisi aman,” ujar Bahlil.
Ia menambahkan, pemerintah berkomitmen penuh memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi agar momen berkumpul bersama keluarga tetap nyaman tanpa kekhawatiran terhadap pasokan energi.
Baca Juga: IMIP Morowali Pasang Teknologi Canggih, Emisi Dipantau Real-Time
Di tengah dinamika global, termasuk gangguan pasokan energi akibat konflik di Timur Tengah, pemerintah juga terus mencari sumber alternatif guna menjaga ketahanan energi nasional. Bahkan, Bahlil menyebut Indonesia mulai mengurangi ketergantungan terhadap impor solar.
“Solar kita Insya Allah tidak lagi impor. Untuk bensin, sekitar 50 persen masih impor, tapi kita terus cari alternatif, termasuk dari minyak mentah dalam negeri,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa ketahanan energi bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat. Penggunaan energi secara bijak dinilai menjadi kunci agar pasokan tetap stabil, terutama di tengah tingginya konsumsi saat Lebaran.
Baca Juga: Haul ke-58 Guru Tua Diprediksi Dihadiri 75 Ribu Jamaah, Pejabat Pusat Dijadwalkan Hadir
Bahlil pun mengimbau masyarakat agar tidak boros dalam menggunakan LPG maupun BBM, serta memastikan penggunaannya sesuai peruntukan.
“Kalau masak pakai LPG, setelah matang segera dimatikan. SPBU juga bukan untuk kebutuhan industri. Mari kita gunakan energi secara bijaksana,” tegasnya.
Editor : Agung Sumandjaya